oleh

Referendum Kemiskinan NTT

-Cerpen-757 views

Sejak pekan lalu ada breaking news seputar ‘Referendum Konstitusi NTT’. Tujuannya menangkap aspirasi rakyat NTT yang mau mendukung masa jabatan 3 periode Presiden Jokowi. Alasannya, sudah 10 kali Presiden Jokowi mampir ke NTT. Jadi layak diganjar 3 periode.

Kemarin dalam agenda BIBIR SEKSI (BIncang – BIncang Ringan SEputar Kota kaSIh), ada rekan yang bahas soal ini. Pertanyaannya langsung menohok, apakah agenda terselubung di balik itu? Saya memang tidak tertarik untuk menyingkap yang terselubung itu. Karena bagi saya, yang ada sudah telanjang. Kita hargai aspirasi rakyat NTT yang dikemas dalam aneka saluran. Merdeka berpendapat. Itu saja.

Tetapi, kata saya kepada rekan itu, daripada mengurus referendum konstitusi NTT mending kita bikin referendum kemiskinan NTT. Kumpulkan energi positif rakyat dan pejabat di NTT lalu buat komitmen kapan kita tidak masuk provinsi termiskin ketiga di republik ini? Toh sudah 10 kali Presiden kita datang, kita masih juara bertahan dalam urusan kemiskinan. Artinya, energi positif dan keberpihakan luar biasa Pak Presiden belum ditindaklanjuti secara luar biasa besarnya oleh orang-orang yang rakyat NTT percayakan untuk urus rakyat.

Urusan 3 periode jabatan presiden, biarlah itu ranahnya konstitusi. Toh sampai saat ini konstitusi yang berlaku hanya dibatasi 2 periode saja. Kalau mau jadi 3 periode, ya amandemen konstitusi. Itu ranahnya mereka di Senayan sana. Lagi pula, niatan pribadi Pak Presiden sudah terpublikasi masif. Beliau tidak mau masa jabatan jadi 3 periode.

Eh, teman yang saya kuliahkan dari tadi, tiba-tiba memotong penjelasan saya. ‘Berarti urusan referendum konstitusi ini urusan cari kerja atau kurang kerja?’ Saya jawab beliau, itu urusan anda. Urusan saya adalah mencerahkan anda.

BIBIR SEKSI selesai.

 

Oleh: Isodorus Lilijawa

Komentar

Jangan Lewatkan