oleh

Tak Ada Yang Selamanya

-Cerpen-280 views

“Aku Akan Selalu Ada”
Omong kosong yang meyakinkan, percayalah bahwa keputusan bukan tentang memilih tetapi tentang memahami beberapa pilihan yang nantinya menuntunmu untuk sebuah penjelasan.

Setidaknya pahami dahulu keputusanmu untuk meyakinkan orang dengan berbagai macam alasan yang nantinya dapat meyakinkan orang itu, tapi entahlah ini sudah kesekian kalinya aku mendapati alasan bodoh yang kau buat untuk meyakinkanku.

Hari-hari kulalui tanpa wajah atau bahkan suaramu yang dahulu selalu memenuhi otak dan hati, atau bahkan mungkin aku sudah lupa kan hal-hal itu.

Surat Al-Fatihah kulantunkan untuk kedua kakek dan nenekku.

Ia datang

“Halo Melisha” sapa lembut-nya
Hening. Aku masih khusyuk dengan bacaanku dan lantunan Ayat-ayat-Nya.

“Halo Bimo, maaf tadi aku masih berdoa”
“Oh, tak apa. Bagaimana kabarmu?”

“Alhamdulillah aku sehat dan sekarang aku berhasil bekerja di Bandara, lalu bagaimana denganmu”

“Tak berubah” tegasnya

“Maksudmu? Belum berubah dalam hal apa?”

“Perasaan, persaan ini tak akan pernah berbeda sedari aku yang bodoh ini membuat kesalahan yang cukup membuatmu pergi tap-”

“Permisi, maaf waktuku sudah hampi habis. Assalamualaikum” potongku untuk segera menjauh dari setiap baris puisi nan Klisemu

Burung Kenari berkicau silih berganti, matahari berputar-hari berganti. Lambat laun aku tersadar dari mimpi buruk yang menggerayangi seluruh pikiran bahkan Tubuh cantik ini.

Setiap pagi, aku selalu mengecek e-mail dari berbagai macam pusat pengendali lapangan.

Di suatu pagi yang cerah, aku mendapat sebuah e-mail yang berisikan undangan pernikahan.

“Siapa yang menikah?” tanyaku dalam hati

I HOPE YOU COME TO MY WEDDING DAY!! BIMO ADIWIYOTO dan ANGGITA DWI RESITA

Aku terdiam beberapa saat…
“Alhamdulillah” kataku dengan ekspresi yang entah mengapa menunjukkan rasa puas

Aku datang ke hari pernikahanmu, sekaligus pada akhirnya aku menemukan pasangan hidupku yang mendampingiku sampai kini. Bersama kedua jari jemari dan kedua buah hatiku

Percayalah tidak ada yang namanya mencintai selamanya, atau bahkan dicintai selamanya karena yang dapat bertahan selamanya adalah sebuah perpisahan, yakinlah sebuah perpisahan membuatmu tercebur kedalam jurang penuh kepahitan, lupakanlah, bangkitlah, lalu buka matamu.

Ingatlah bahwa hal hal kemarin yang terasa berat adalah mimpi terburukmu, lakukan apa yang sebelumnya belum bisa kau lakukan!!

 

Oleh: Hwangsongroo

 

 

Sumber: cerpenmu.com

Komentar

Jangan Lewatkan