oleh

Cinta Yang Tidak Terlihat

-Cerpen-39 Dilihat

Suatu hari Cinta berencana untuk jalan jalan ke pantai. Saat perjalanan ia kecelakaan tapi untungnya selamat.

Karena jalan ke pantai sudah dekat maka ia memutuskan untuk tidak ke rumah sakit dan hanya beristirahan di villa yang ia sudah pesan kemarin.

Karena masih siang Cinta memutuskan untuk ke pantai sekarang.

“Eh maaf kak” katanya
“Loh kamu berdarah kepalanya perlu diobati?” sahut lelaki itu dengan nada khawatir
“Ah tidak apa apa kak sudah diobati kok” katanya dengan senyum
“Namaku Lintang umur 20 tahun jadi jangan memanggilku kakak ya”
“Wah sama dong aku Cinta umur 20 tahun juga”

“Jadi Lintang kamu kesini untuk liburan?” katanya sambil berjalan
“Iya, Omong Omong kenapa tadi kepalamu berdarah?”
“Ah tadi aku habis kecelakaan”

“APA! kamu gak papa Cinta?, Ayo sini kugendong ke rumah sakit!” katanya
“Gak papa kok Lintang cuman kecelakaan ringan kok” katanya dengan senyuman manisnya

“Hmmm, kamu sebaiknya hati hati, mungkin untuk menghiburmu mau makan malam di hotel denganku nanti malam?”
Cinta ragu, karena dia baru saja bertemu dengannya. Tapi ia tidak bisa menolak wajah tampan lelaki itu
“Baiklah…”

Malam pun tiba dan Cinta bersiap-siap dengan penuh semangat.
Setelah Cinta selesai berdandan, ia mendatangi resepsionis untuk bertanya “Permisi mbak saya mencari seorang lelaki berumur sekitar 20 tahunan?”

Karena mbaknya tidak menjawab ia langsung masuk ke restoran hotel tersebut. Setelah mencari cari ia menemukan Lintang dan menyapanya. Ia duduk dan tiba tiba seorang pelayan berkata.
“Permisi mas apakah anda menunggu seseorang?”
“Ah tidak mas orang yang saya tunggu sudah datang”
Tetapi masnya hanya terdiam dan pergi.

Setelah selesai mereka memutuskan untuk berjalan jalan di pantai sebentar. Keesokan harinya Lintang mengajak Cinta jalan jalan di taman hiburan.

Setelah menaiki banyak wahana bersama mereka menaiki perahu Cinta.
Saat hendak membayar….
“Pak tiket untuk dua orang.”
Tetapi bapaknya hanya melotot dan memberikan 2 tiket.

Saat di perahu Cinta Lintang ingin berbicara
“Cinta aku jatuh cinta kepadamu saat pertama kali melihatmu, maukah kau menjadi pacarku?” katanya sambil menyerahkan bunga

“Tentu saja Lintang, aku juga menyukaimu”

Saat selesai mereka terkejut karena wahananya dipenuhi dokter.
“Ada apa pak?” tanya Lintang

“Dik kamu mempunyai penyakit kejiwaan” kata salah satu dokter
“Eh apaan sih aku gak sakit kok, kenapa bisa begitu?” Tanyanya dengan penuh amarah
“Banyak saksi mengatakan bahwa kamu bersama teman, padahal tidak ada orang selain dirimu”

“APA!” katanya sambil melirik Cinta

“Aku butuh bukti pak, ini saya bersama pacar saya bernama Cinta”
“Memang, Cinta adalah bagianmu tapi dia tidak nyata”

“TIDAK PAK SAYA TIDAK MEMBICARAKAN TENTANG PERASAAN!”
“INI PACAR SAYA BERNAMA CINTA”

“Dik, anak bernama Cinta meninggal dunia karena kecelakaan”
“Jasad dan mobilnya terdapat di beberapa meter dari pantai ini”
Lintang terkejut dan mengajak Cinta ke tempat sepi.

“Jadi selama ini…” sambil membayangkan ia berbicara sendiri
“Mengapa aku bisa melihatmu sementara yang lain tidak?”
“Karena jiwaku belum tenang dan akan tenang jika urusanku selesai” katanya sambil berlinang air mata.
Lintang juga ikut menangis dan bilang

“Aku juga akan ikut denganmu” Katanya sambil berjalan ke laut untuk bunuh diri.
“Jangan Lintang, hidupmu masih panjang. Hiduplah bahagia dan jangan memikirkanku” kata Cinta yang tiba tiba menghilang.

Tamat

 

Oleh: Keiralna Aderelia

Cerpen ini sudah dipublikasikan di cerpenmu.com

Komentar

Jangan Lewatkan