oleh

Aniaya Anak Dibawa Umur dan Terima Uang Tutup Kasus, Oknum Polisi ini Diperiksa Polres Mabar

  RADARNTT, Labuan Bajo – Polres Mabar masih melakukan penyelidikan terkait oknum anggota Polres Manggarai Barat, Flores, NTT yang melakukan tindakan penganiayaan terhadap anak dibawa umur dan meminta uang tutup mulut. Kapolres Manggarai Barat, AKBP Supyanto menjelaskan jika saat ini pihaknya masih meminta klarifikasi dari oknum anggota yang bernama cristian atau biasa sapa Fian tersebut. Selain polisi Fian, pihaknya juga meminta klarifikasi dari sejumlah saksi. “Masih dilakukan klarifikasi kpd ybs dan saksi2 terkait,” ujar perwira asal Lamongan ini saat dikonfrimasi melalui Whatsapp pada, Selasa (23/5).

Namun hingga saat ini pihak Polres Mabar belum memberikan keterangan apakah oknum anggota polisi tersebut mengakui perbuatannya . Selain itu, Polres Mabar juga tidak menyebutkan siapa saja saksi saksi yang dimintai klarifikasi dan berapa jumlah saksi tersebut. “ Hasil klarifikasi belum dilaporkan kpd saya,” ujar Supyanto. Sementara itu, saat ditanya apakah yang bersangkutan akan dipecat atau diberi sanksi ringan jika oknum anggota tersebut terbukti bersalah, sayangnya Kapolres Mabar tidak membalas WA dan hanya membacanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, salah satu oknum anggota Polres Mabar melakukan tindakan pemukulan terhadapan anak dibawa umur dan meminta uang tutup mulut terhadap orang yang diduga berselingkuh. Peristiwa ini terjadi pada, Senin (15/5) sekitar pukul 24. 00 Wita.

Orang tua si bocah Aldo (15) sangat menyayangkan tindakan brutal oknum anggota polres Mabar tersebut. “saya sebagai orang tua sangat menyesal dengan tindakan polisi ini. Apa alasan dia (polisi, red) memukul saya punya anak. Kalau saya punya anak benar benar salah ya katakan apa salahnya dan panggila saya sebagai orang tuanya, jangan main pukul pukul begitu saja. Untung saja ada RT setempat pada saat kejadian, kalau tidak anak saya pasti sudah mati,” ujar orang tua korban, Engel Bertus Jelahu saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler pada, Rabu (17/5).

Sementara itu, usai memukul anak dibawa umur, oknum polisi ini meminta uang senilai 2 juta rupiah kepada si Alfons. Uang ini untuk menutupi kasus dugaan perselingkuhan anatara Alfons Tanggung dan seorang Janda Andi Raja Kati agar jangan di bawa ke Polres Mabar. “jadi masalahnya saya juga tidak tahu. Tapi malam itu mereka minta uang 2 juta rupiah. Katanya untuk tutup kasus ini. Tapi saya tidak ada uang. Tapi mereka paksa saya katanya kalau begitu 1, 5 juta saja. Kau pakai saja orang punya uang kalau sekarang belum punya uang. Tapi malam itu saya tidak punya uang. Tapi pas hari Selasa (16/5) saya bersama teman saya si Dias (anak dari RT setempat, red) membawa uang tersebut ke rumahnya. Karena dia telpon terus saya mana sudah itu uang,” ujar Alfons saat dikonfrimasi, Rabu (17/5).

Saat dikonfirmasi secara terpisah, Babin Fian membenarkan penggerebekan yang terjadi malam itu. “io benar itu penggerebekan karena berawal dari adanya laporan warga bernama Mandril bahwa ada sebuah rumah janda sering didatangi laki laki. Akhirnya saya ke sana,” ujarnya. Namun, Babin Fian membantah jika ada pemukulan terhadap bocah dibawa umur. Sementara RT setempat memberikan keterangan jika Aldo dipukul. “saya tidak memukul saya hanya menepis dipipinya,” kelitnya.  Sementara itu, saat ditanya terkait dengan uang sejumlah 1,5 juta rupiah tersebut, Fian menjelaskan jika uang tersebut sebagai ucapan terimakasi dari Alfonsius karena kasus ini tidak dibawa ke Polres Mabar. “io uangnya masih ada di sini, uang itu dikasih sama Alfonsius sebagai ucapan terimakasih, karena kasus ini tidak diteruskan,” ujarnya. Babin ini pun membantah jika dirinyalah yang meminta uang tersebut. “saya tidak meminta. Alfons sendiri yang kasih, uang masih ada di sini,” ujarnya.

Selang beberapa hari pasca kejadian tersebut, yakni pada, Rabu  (17/5) sekitar pukul 19. 00 Wita, Babin Fian dan beberapa anggota masyarakat lainnya meminta maaf kepada orang tua si bocah karena telah melakukan tindakan pemukulan yang menyebabkan anak dibawa umur tersebut sedikit mengalami gangguan mental karena marasa takut untuk keluar rumah. Polisi Fian ini pun harus merogoh empat ratus ribu rupiah (400. 000,-) untuk memberikan kepada si bocah sebagai denda adat. “tadi kemarin malam pa Fian sudah datang ke rumah untuk meminta maaf. Dia memberikan uang 400 ribu,” ujar orang tua korban saat dikonfirmasi pada, Jumat (19/5) (* Rio/RN)

 

Komentar