oleh

Lembata Siap Jadi Hub Industri Kawasan Ekonomi Khusus ALTAKA

RADARNTT, Lembata – Pengembangan Flores Timur (Flotim), Alor dan Lembata sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Berbasis Kelautan, pada mulanya adalah ide Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur pada tahun  2013 yang dipaparkan dihadapan rapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT). Kemudian ide tersebut lebih dikenal sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ALTAKA (Alor, Lembata, Larantuka), hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday via massangger menanggapi pertanyaan radarntt.co.

Langoday menambahkan, ide besarnya adalah pengembangan ekonomi berbasis kelautan dan industri perikanan, pasalnya potensi kelautan dan perikanan ketiga kabupaten tersebut besar eperti tuna, cakalang, teri/tembang, rumput laut, dan berbagai jenis ikan dasar. Potensi tersebut tersebar di laut Flores, perairan Alor, teluk Hadakewa dan teluk Lewoleba, selat Boleng dan laut Sabu.

Jenis industri yang bisa dikembangkan terkait potensi tersebut adalah pabrik tepung ikan, pabrik ikan kaleng/sardine dan pengolahan rumput laut, imbuh Langoday.

Dalam tataran eksekusi kerjasama, kata Langoday, ditemukan adannya egoisme antar daerah dalam pengembangan ekonomi maka perlu dicarikan solusi. Hal penting sebagai masyarakat Lamaholot yang mempersatukan adalah dimulai dengan mencari kearifan lokal yang mempersatukan. Salah satu bentuk kearifan lokal yang mempersatukan adalah event vestifal budaya Lamaholot.

Ia pun menambahkan, jika vestifal budaya ini bisa dilakukan secara bergilir maka persatuan dan kesatuan tentu terjadi. Disaat pelaksanaan event ini, tentu diikuti dengan aktivitas ekonomi, terutama konsumsi. Konsumsi sebagai bentuk permintaan masyarakat, akan diikuti dengan produksi dan distribusi. Disinilah awal aktivitas ekonomi kawasan itu terjadi.

Lebih lanjut dikatakannya, model kerjasama yang saling menguntungkan yang dapat dilakukan adalah tentunya Kerjasama Antar Daerah (KAD). Disinilah peran seorang Gubernur dibutuhkan. Pertanyaannya adalah adakah kerjasama yang sudah digagas oleh Pemerintah Provinsi? Disinilah sambutan Gubernur saat pelantikan 22/5/2017 itu menjadi tantangan.

Bupati Lembata menggagas KEK ALTAKA didasari pertimbangan pengembangan ekonomi wilayah. Bahwa wilayah ekonomi yang terintegrasi akan cepat tumbuh ketimbang bergerak masing-masing. Lembata ingin memainkan peran sebagai hub ekonomi di wilayah KEK ALTAKA.

Lanjut Lanoday, saat ini di Lembata sudah ada pabrik es, pabrik tepung ikan. Sebentar lagi ada pabrik es berkapasitas besar, pabrik tepung ikan dan pabrik ikan kaleng Lembata Sardine. Lembata menjadi wilayah depan sekligus penghubung yang akan menarik bahan dasar dari Flotim dan Alor.

“Tidak ada yang mustahil, gagasan besar pasti didukung pemerintah provinsi dan pusat,” pungkas Langoday. (*Yolf/RN)

Komentar