oleh

Pantai Lo’odik, Wisata dan Pondok Baca Swadaya Pemuda Desa Butuh Perhatian Pemerintah

Foto : Gerbang Masuk Terbuat dari Bambu

Tujuan mendirikan rumah baca untuk meningkatkan minat baca masyarakat sekitar dan pengunjung umumnya.

Pantai Loodik di kelola oleh para pemuda yang peduli dengan potensi desa. Mereka mempunyai komunitas namanya Zero L Lo’odik, yang digagas oleh Clementino Amaral.

Clementino bersama beberapa rekannya berinisiatif mendirikan Pondok Baca di pinggir pantai, hal ini dilakukan mengingat minat baca buku kaum muda maupun anak-anak usia sekolah yang sangat minim.

Agar di pantai selain menikmati deburan ombak, pasir putih dan udara yang segar. Dalam suasana tenang, pengunjung bisa membaca buku yang tersedia di pondok. 

Foto : Suasana Pantai dan Bangunan Pondok/Lopo Sederhana

Di pondok baca beratapkan daun gewang, tersedia fasilitas apa adanya, seperti tempat duduk dari kayu, buku-buku dari berbagai sumber dan bidang. Seperti hukum, ekonomi, politik, sosial budaya, filsafat serta buku-buku pelajaran mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA.

Orang tua, pemuda dan anak usia sekolah yang ingin membaca buku sambil menikmati keindahan di pantai Lo’odik silahkan datang ke tempat ini.

Pantai Lo’odik ramai dikunjungi wisatawan lokal, dari Malaka maupun Belu. Selain untuk menikmati udara segar dan keindahan pantai, juga untuk bersantai ria.

Mirisnya, sampai saat ini belum ada perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka atau Dinas terkait.

Padahal perhatian Pemkab Malaka, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan fasilitas pondok baca dan sarana pendukung, misalnya rumah makan, toilet/kamar mandi, akses jalan yang baik dan lain-lain.

Masyarakat sekitar juga diminta menciptakan rasa aman dan nyaman kepada para pengujung, sehingga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke obyek wisata ini. (Yolf/RN)

Komentar