oleh

Uang Nasabah Diembat Agen, KPM Prudential Kupang Terkesan ‘Cuci Tangan’

RADARNTT, Kupang – Puluhan Juta Rupiah uang milik nasabah Prudential diembat Agen Prudential dibawa naungan Kantor Pusat Mandiri (KPM) Flobamora  Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Asuransi Prudential yang dikenal masyarakat lokal, regional, nasional bahkan internasional merupakan lembaga  Life finance Assurance yang memiliki reputasi cukup membuming, baik brean maupun asas manfaatnya, bahkan ribuan nasabah yang sudah tergabung menjadi anggota menikmati manfaat kesehatan dan pendidikan serta santunan kematian, bahkan lebih dari itu.

 Dari manfaat tersebut, tidak heran kalau Fabianus Wolo tergiur dan bergabung menjadi anggota sejak tahun 2012 silam dengan premi Rp 400.000 setiap bulanya selama 10 tahun sesuai masa kontrak yang tertera pada polis Prudential.

Fabianus menceritakan, bahwa dirinya bergabung sejak tahun 2012, dan menyetor premi tuani dijemput agen atas nama Maria Magdalena Letelay dari tahun 2012 silam hingga April 2017, dalam kurun waktu yang cukup lama, tentunya mendatangkan kebahagian bagi Fabianus yang telah berinvestasi pada Prudential dengan iming iming asas manfaat dan simpanan selama 10 tahun sesuai kontrak, maka tidak heran kalau uang yang tersimpan pasti mencapai puluhan juta rupaih, sayangnya harapan itu hanya sia-sia dan mendatangkan kekecewaan yang cukup mengagetkan lantaran ulah agen Prudential yang cukup lihai dan pandai bersilat lidah.

Empat bual pertama pada tahun 2012, Fabianus masih mendapat bukti setoran bank BCA yang diberikan oleh agen sebagai bukti tranfer ke Prudential, namun pada bulan kelima 2012 hingga April 2017 Agen hanya memberikan kuitansi biasa tanpa pengesahan sebagai bukti pembayaran.,

“ Saya dan istri cuman jual gorengan dipinggir jalan dan mengumpulkan uang seribu dua ribu, untuk menafkahi keluarga serta mengejar setoran asuransi Prudentil setiap bulan. Tapi kami kaget ketika kami tahu kalau yang kami setor selama ini cuman empat bulan pertama saja yang masuk kekas Prudential, dan selebihnya diembat oleh agen Prudential.” Ungkap Fabianus.

Kehilangan uang puluhan juta rupiah bagi Fabianus sekeluarga yang setiap harinya mengais rejeki cuman bermodalkan parkir ditepi jalan Timor Raya Oesapa Kota Kupang dengan kuliner pangan lokal ini, tentunya sangat memprihatinkan, mungkin kalau lembaga Prudential yang kehilangan uang sebanyak itu, tidak menjadi satu ukuran kerugian, yang perlu diketahui, kata Fabianus oemset miliaran bahkan triliunan Prudencial adalah hasil investasi anggota termasuk dirinya yang mungkin cuman berkontibusi paling minim karena ulah Agen yang menyamakan diri Prudential merubah kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Ketika mengetahui bahwa nomor pilis 06784253 atas nama Fabianus Wolo sudah tidak aktif sejak tahun 2012, dirinya langsung mendatangi Agen Prudential Maria Magdalena Letelay yang juga berprofesi sebagai salah satu guru TK pada Dinas Pendidikan kota Kupang untuk menanyakan prosoalan tersebut.” Saya dan istri langsung kerumah ibu Maria dan dirinya sempat kaget dengan kedatangan kami yang tidak biasanya kami berkunjung, dia (agen ) sepertinya haren, setelah kami ceritakan persoalan yang terjadi, dirinya (agen) mengatakan kalau persoalan itu kesalahan di KPM Kupang dan dirinya akan mengecek di kantor.” Terang Fabianus deang nada kesal.

Dari hasil pendekatan nasabah dan agen Prudential, kata Fabianus sepertinya membosankan dengan berbagai macam alasan yang diucap oleh Maria, sehingga dirinya berharap lembaga terkait beserta agen harus bertanggung jawab atas kehilangan uang puluhan juta rupiah miliknya, dirinya juga mengaku bahwa selama dirinya menjadi anggota Prudential tidak pernah mendapat selebaran bahkan informasi apapun kalau nomor polisnya aktif atau tidak aktif.

Sementara Senior Unit Manager PT. Prudential Life Assurance Flobamora Kupang Jony Kilay saat dijumpai media ini di KPM Kupang, Senin,11/09/2017,mengatakan pihaknya belum mengetahui dengan jelas bahwa persoalan Agen prudential atas nama Maria Makdalena Letelay secara pasti karena terdapat ribuan nasabah dengan agennya masing-masing dan manager yang berbeda.

Kilay menambahkan, pihaknya belum bisa mengambil sikap dan tindakan secara kelembagaan ataupun mengarah ke pidana terhadap yang bersangkutan, “masalah tersebut adalah tanggung jawap agen  terhadap nasabah, namun kami sebagai lembaga Prudentian merasa bersukur dengan informsi yang di dapat guna lebih mengontrol dan mengoptimalkan pengawasan terhadap agen-agen di lapangan yang sering memanfaatkan lembaga untuk kepentingan pribadi dengan menjemput kewajiban nasabah dan tidak disetorkan ke Prudential.

Dirinya juga mengaku bahwa, tidak tau berapa banyak uang nasabah yang telah dipakai oleh agen bersangkutan, tapi menurutnya yang bersangkutan berjanji akan menjual rumah untuk melunasi uang nasabah tersebut, sehingga bila janji tersebut tidak di penuhi barulah pihaknya dapat mengambil sikap, karena agen atas nama Maria Makdalena Letelay yang mengelapkan uang nasabah tersebut telah berhenti dengan sendirinya tampa pemberitahuan kepada pihak managemen perusahaan, sampai berita ini diturunkan Agen Maria Magdalena Letelay belum berhasil dihubungi. (Toni Adang/ RN)

 

Komentar