oleh

BARA JP Minta KPK Usut Dugaan Korupsi Sejak 2011 di Kabupaten Ngada

RADARNTT, Kupang -Tragedi hukum yang menimpa Bupati Ngada Marianus Sae menjadi bola salju untuk membuka tabir tudingan adanya kasus korupsi yang dibungkus.

Ketua BARA JP Ngada Maksimus Makmur dengan nada geram mengungkapkan, sistem pemerintahan di Ngada sudah bobrok dan korupsi tidak terkendali. ‘Konspirasi antara eksekutif, legislatif dan yudikatif sangat jelas, katanya.

Ia menambahkan, Korupsi era Marianus Sae sejak Tahun 2011 dengan program Perak yaitu pengadaan sapi, babi dan kambing senilai 22 milyar. Jadi bukan hanya 4,1 Milyar seperti yang dituduhkan saat ini, tandas Maksimus.

“Bukan hanya itu dugaan skandal pembangunan gedung baru DPRD Ngada, Hilangnya uang pemda puluhan milyaran rupiah di Bank NTT, Skandal cek 5 milyar milik Dinas PPKAD pasca meninggalnya Bendahara Umum Daerah Silvester Kembo.” tambahnya.

Dirinya mengakui sudah sejak 4 tahun yang lalu mencoba membongkar kasus kasus korupsi yang cukup fenomenal,” Saya menduga kasus korupsi di Kabupaten Ngada mendekati 100 Milyar di era pemerintahan Marianus Sae.” ucap Maksimus via seluler kepada wartawan (Minggu, 10/3/2018).

Dia berharap KPK serius dan tuntas mengungkap skandal korupsi di Ngada yang cukup menggurita. Menurut sumber yang terpercaya sudah puluhan orang diperiksa KPK yang terdiri dari ASN, Anggota DPRD Ngada, Kontraktor untuk dimintai keterangan sebagai saksi. (Tim/RN).

Komentar

Jangan Lewatkan