oleh

Ini Alasan, Mengapa Pastor dan Umat Menolak Parmusi di Kecamatan Malaka Barat

RADARNTT, Betun – Pada Jumat (2/2/2018), segenap umat paroki Besikama hadir memenuhi pelataran gereja Santu Yohanes Baptista, Besikama untuk siap memblokir jalan apabila Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi), Drs. H. Usamah Hisyam jadi datang ke Besikama, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka.

Alasan Pastor Paroki dan umat setempat hendak memblokir kegiatan Parmusi di sana karena tidak adanya sosialisasi terkait kegiatan Organisasi Parmusi di Besikama dan Weoe.

Pastor Pembantu, Romo Frans Naikofi, Pr menegaskan, kegiatan Parmusi di Besikama, Jumat ( 2/2/2018) dalam rangka peletakan batu pertama untuk pembangunan gedung Tempat Pengajian Al-Quran (TPA), sudah dibatalkan.

Ketika ditanyai awak media ini,  Romo Frans, membeberkan tiga point penting terkait pengiriman surat pembatalan dari pihak gereja tersebut.

“Jadi, alasan pembatalan kegiatan Parmusi hari ini, selain karena umat setempat tidak mengetahui karena tidak adanya sosialisasi dari pengurus Permasi Malaka, juga karena pembangunan gedung itu tidak memenuhi syarat dalam hal pendidikan, karena siswa atau peserta didik tidak mencukupi sama sekali yang mana umat muslim di Besikama ini tidak lebih dari sepuluh orang, ditambah lagi dengan IMB yang tidak jelas.” tegas pastor asal Kefa itu.

Selain ingin meletakan batu pertama di tempat pengajaran Al-Quran di tanah milik Ibrahim Nenometa, Parmusi juga berencana melakukan kegiatan pembagian bibit pertanian di Weoe.

Sementara itu, Ketua DPP Besikama, Andreas Seran, melihat dari sisi prosedur pengiriman surat yang kurang lengkap oleh pihak Parsumi dengan sebuah pengandaian.

“Bagaimana mungkin orang asing datang ke rumah orang tanpa izin kepala keluarga dalam hal ini pimpinan wilayah, Bupati, Camat dan Desa? Mereka hanya menyurati pihak keamanan yaitu polisi untuk mengawal kegiatan mereka. Sementara surat yang ditujukan untuk Bupati dan pimpinan lainnya tidak ada. Ini adalah sebuah penistaan terhadap pemerintah Malaka.” ujar Andreas.

Lanjutnya, hal inilah yang membuat masyarakat setempat naik pitam. Dan andai Usamah Hisyam nekat datang, maka dia akan berhadapan dengan 5.000 umat katolik asal Paroki Besikama, Weoe, Webriamata dan Kleseleon yang siap menutup setiap ruas jalan yang dilalui Hisyam. (Baurae/RN)

Komentar