oleh

Ini Tanggapan Gerindra Terkait Penggeledahan Kantor Dinas Pariwisata Mabar

RADARNTT, Labuan Bajo – Ketua Fraksi Partai Gerindra kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Yosep Suhardi mendukung langkah Kejaksaan Negeri Labuan Bajo yang melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Mabar dalam kasus dugaan penyalahgunaan anggaran pada Sail Komodo tahun 2013 lalu.

“Kita dukung langkah aparat penegak hukum untuk menemukan bukti baru,” ujarnya saat diminta tanggapannya pada, Senin, (28/5/2018) melalui sambungan seluler.

Dia menegaskan, aparat penegak hukum agar segera menetapkan tersangka dalam kasus sail komodo yang menelan dana miliaran. “Jangan lama lama menetapkan tersangka. Jangan juga terlalu dipaksakan,” katanya.

Ia menjelaskan, jika aparat penegak hukum sudah mengantongi minimal dua alat bukti yang cukup, maka segera menetapkan tersangka dalam kasus ini. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak bingung dan bertanya tanya siapa sesungguhnya yang menjadi tersangka.

Dia menambahkan, penggeledahan di kantor Disbudpar Mabar sebagai hal yang wajar karena itu sesuai SOP yang berlaku dalam mengumpulkan alat bukti yang cukup.

“Penggeledahan itu wajar ya sesuai SOP. Intinya mendukung penuh aparat penegak hukum dalam mengungkap kasus ini, biar semuanya tahu,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya bahwa tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuan Bajo yang terdiri dari 8 orang mengobok obok Kantor Disbudpar Manggarai Barat. Mereka menggeledah beberapa ruangan di Kantor  tersebut pada, Senin, (28/5/2018) sekitar pukul 10.40 Wita.

Tim Kejaksaan tiba di kantor Disbudpar Mabar sekitar pukul 10.35 Wita. Salah satu ruangan yang menjadi target penggeledahan oleh tim Kejaksaan Negeri Labuan Bajo adalah ruangan bidang promosi yang lama.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Mabar, Theodorus Suardi belum memberikan klarifikasi terkait penggeledahan tersebut. Beberapa kali awak media mencoba menghubunginya melalu sambungan seluler namun belum menjawabnya.

Diketahui bahwa saat ini Kejari Labuan Bajo sedang menangani kasus dugaan penyalahgunaan dana Sail Komodo tahun 2013 lalu yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah. Dari kasus ini Kejari Labuan Bajo sudah memeriksa 10 orang saksi dari Disbudpar Manggarai Barat. (Rio/RN)

Komentar