oleh

Lewi Tangwal Sulap Serabut Kelapa Jadi Produk Ekonomis

RADARNTT, Kupang – Mencari pekerjaan merupakan sesuatu yang gampang-gampang sulit. Tetapi itu mudah bagi mereka yang punya keterampilan dan kreatifitas. Lihat saja apa yang dilakukan Lewi Tangwal, dia menyulap serabut kelapa menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.

Pria kelahiran Margeta, Alor, Nusa Tenggara Timur 29 tahun silam, kepada radarntt.co, Kamis 6 September 2018, menuturkan bahwa dirinya sudah mulai tuangkan keahliannya itu sejak 6 bulan terakhir di kediamannya, Kelurahan Maulafa, Kota Kupang.

“Saya mulai tuangkan keahlian itu sejak enam bulan lalu”, kata Lewi. Dia pun mengaku “saya terinspirasi dari kunyadu saya, Densoni Bang’al di Alor”. Pasalnya, suami dari kakak perempuannya itu sudah lebih dahulu menghasilkan produk Topi, dari serabut Kelapa sejak tahun 2017.

“Saya terinspirasi dari kunyadu Densoni Bang’al yang lebih dahulu buat topi pake serabut kelapa. Saya lihat itu tahun lalu (2017) di Alor”, imbuh Lewi.

Produk yang dihasilkan Lewi secara autodidak itu berupa, Topi (Pet/Koboi), Tas (Samping/Belakang), Dompet (pria/wanita), Bingkai (foto dan Jam dinding), tempat Sirih/Pinang, tempat Kolekte, dan masih banyak lainnya sesuai permintaan.

“Selain produk, topi, tas, dompet, bingkai, tempat kolekte dan masih banyak lagi yang bisa dibuat sesuai permintaan”, terang Lewi.

Untuk semntara, hasil produk tersebut ia jual dengan harga 150.000 sampai 200.000 rupiah, sesuai ukuran. “Untuk sementara, saya jual dengan harga 150 sampai 200 ribu rupiah sesuai ukuran. Jadi kalau besar, pasti harganya sedikit diatas”, tutup Lewi.

Hal yang menarik dari pria yang kini bekerja sebagai Security di Ramayana Mall Kupang ini, penuturan Samuel Lalel (Paman) Lewi, selain serabut kelapa, Lewi juga mengumpulkan sampah bekas untuk hiasan pada produknya.

“Menarik sekali karena anak saya ini pakai sampah bekas untuk hiasan pada produknya”, ucap Samuel.

Dibenarkan oleh Istri terkasihnya, Marselina Djami, “kadang-kadang orang bilang kami ini pemulung, karena harus mencari bahan-bahan pendukung di tempat sampah”, ungkap Lina.

Apapun alasannya, Lina tetap mendukung Lewi suaminya dalam segala hal. “Saya tetap dukung Lewi”, tutupnya.

Perlu diketahui, alat dan bahan yang diperlukan Lewi adalah serabut kelapa, pernak-pernik dari sampah bekas, tali pisang yang digulung, Lem dan vernis. (Tim/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru