oleh

Nilai Persaudaraan Melebihi Tingginya Tensi Head to Head Pilkada Alor

-Alor, Daerah-1.457 views

RADARNTT, Kalabahi – Pertarungan head to head antara pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Alor Imanuel Blegur-Taufik Nampira (Intan) melawan Amon Djobo-Imran Duru (Amin) sepanjang kampanye putaran pertama berjalan aman dan terkendali.

Tensi head to head yang terasa begitu tinggi,sering diwarnai pernyataan saling singgung bahkan mengejek antar pendukung, melalui pernyataan langsung maupun tidak langsung melalui media sosial. Namun, tidak memuncak dalam tindakan atau sikap destruktif antar pendukung pasangan calon, karena rasa persaudaraan dan kekeluargaan yang sangat kental menjadi semacam obat penawar yang mujarap.

Demikian tegas anggota Panwaslu Kabupaten Alor, Orias Langmau, SE di sela-sela kegiatan Rapat Pleno Terbuka Penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkada 2018 tingkat provinsi NTT di Aula KPU NTT, Sabtu, (17/3/2018).

Menurutnya, sejak awal sebelum penetapan pasangan calon pihaknya sudah memprediksi pertandingan ini bakal berlangsung panas karena cuma diikuti oleh dua pasangan calon atau head to head.

“Kita sudah prediksi pilkada akan berlangsung panas, karena ibarat sebuah laga final dalam pertandingan bola kaki, tentu masing-masing pendukung akan saling melempar komentar untuk mendukung jagoannya dan bisa juga menyinggung pihak lawan”, ungkap Langmau.

Dia mengatakan, sesuai pengamatan pihaknya sampai saat ini suasana kampanye Pilkada masih berjalan normal, situasi dalam kendali aman dan damai.

Sejauh ini, katanya, belum ada peristiwa yang kategori pelanggaran berat dalam pelaksanaan kampanye. Meskipun sering ada insiden kecil antar pendukung pasangan calon, tapi masih dalam tataran normal dan bisa dikendalikan.

“Kita berharap agar kondisi yang aman dan kondusif ini terus dipelihara sampai hari pencoblosan dan penetapan hasil, jika ada pihak yang merasa dirugikan maka silakan menempuh jalur formal yang tersedia tidak main hakim sendiri”, tegas Langmau.

Dia mengajak masyarakat pemilih agar menggunakan hak politiknya dengan bertanggungjawab, tanpa saling mengganggu dan menyakiti. “Karena, siapapun yang terpilih nanti mereka adalah pemimpin masyarakat Alor bukan bupati tim sukses atau bupati etnis tertentu”, pungkas Langmau. (Yolf/RN)

Komentar