oleh

Paket Lontar Usung Tiga Pilar Perubahan Rote Ndao

RADARNTT, Ba’a – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao periode 2018-2023, Bima Theodorius Fanggidae dan Erenst. S. Z. Pella (Paket Lontar) adalah paket yang benar-benar tulus iklas, bekerja dengan tiga pilar untuk perubahan Rote Ndao lebih baik, demikian ditegaskan salah satu jurkam paket Lontar, Wenci Li’an dalam kampanye dialogis paket Lontar di dusun Kekahun, desa Sotimori, kecamatan Landu Leko, Rabu, (21/2/2018).

Tiga pilar yang diusung paket Lontar tersebut yakni; peningkatan ekonomi rakyat, peningkatan pelayanan kesehatan, dan peningkatan mutu pendidikan.

Wenci mengatakan paket Lontar adalah paket yang menjiwai semangat “Ita Esa” untuk kebersamaan dan kemajuan bersama seluruh Masyarakat Kabupaten Rote Ndao, yang adil dan merata. Tidak diskriminasi suku, agama, ras dan golongan.

Dia menjelaskan, untuk mengurangi pengangguran dan menekan angka urbanisasi, paket Lontar telah menyiapkan investor baik dari dalam Negeri maupun luar Negeri untuk membuka Lapangan pekerjaan baru yang tentunya akan menyerap banyak tenaga kerja terutama putra- putri Rote Ndao.

“Bangun perusahaan pengolahan hasil Lontar (Nira/Tuak) menjadi produk turunan yang akan menghasilan tambahan ekonomi bagi Masyarakat petani penyadap Lontar”, ungkap Wenci Li’an.

Demikian pula masyarakat pesisir, kata Wenci, terutama masyarakat nelayan dan petani rumput laut makin ditingkatkan nilai produksinya dengan memberikan bimbingan pelatihan dan bantuan budidaya yang lebih baik agar menghasilkan produksi rumput laut yang lebih banyak dan lebih baik mutunya sehigga akan meningkatkan harga rumput laut.

“Dengan demikian akan menarik investor untuk menanamkan modalnya di usaha ini dan tercipta lapangan kerja baru yang dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran”, terang Wenci.

Maneleo Daniel Amalo dalam orasinya mengatakan, selama ini tidak ada keseimbangan dalam pemerintahan kabupaten Rote Ndao, “contoh kecil pembagunan infratuktur jalan dalam pengerjaannya dan pengawasannya harus bermutu agar tidak ulang-ulang direhap akhirnya pembangunan hanya bekutat di suatu tempat”, katanya.

Menurutnya, pasangn Bima-Erenst adalah ukuran atau neraca yang benar, “Tuhan telah menunjukan keseimbangan yang benar karena kedua figur ini akan menjadi penengah antara Rote bagian barat dan rote bagian timur agar ada keseimbangan dan pemerataan pembangunan lima Tahun ke depan”, tegas Daniel Amalo.

Sementara itu, calon Wakil Bupati paket Lontar Erenst Pella mengatakan ababila dipercayakan rakyat memimpin Rote Ndao lima tahun kedepan maka filosofi dan prinsip paket Lontar adalah membangun dengan jujur, adil dan merata, mewujudkan tata pemerintahan yang demokratis, transparan, akuntabel, efisien dan efektif.

“Mewujudkan sumber daya manusia unggul yang sehat, cerdas, profesional, dan berakhlak mulia serta mewujudkan daya saing berbasis industri pertanian, perikanan, pariwisata dan budaya”, tegas Erenst.

Dia menjelaskan paket Lontar mengandung singkatan dari Loyalitas, Obyektif, Netral, Transparan, Akuntabel, Rilable.

Pantauan Radarntt, masyarakat yang hadir dalam acara kampaye tersebut berkisar 150 orang, acara berlangsung dengan aman dan tertib dalam pengawalan pihak kepolisian dan panwaslu Kabupaten Rote Ndao, acara ditutup kurang lebih pukul 16:00 wita.

Selanjutnya rombongan calon wakil Bupati bertolak ke desa Matasio bertemu calon Bupati Bima Fanggidae dan masyarakat desa Matasio dalam kegiatan yang sama. (Tony Adang/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan