oleh

Tarsi Syukur Bantah Nada Miring Terkait Kiprahnya di LSM

RADARNTT, Borong – Calon bupati kabupaten Manggarai Timur (Matim) Tarsius Syukur membantah keras nada miring sekitar Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang konon LSM yang Tarsi Suyukur geluti itu menjual masyarakat kecil keluar negeri hanya untuk mendapatkan keuntungan.

Bantahan tersebut disampaikan Tarsius Syukur, usai ditanya paslon lain tentang kiprahnya di LSM dalam debat perdana kandidat yang berlangsung terbuka dilapangan SMK Borong. Jumad, (06/04/2018).

Sebelumnya paket nomor 2 dari pasangan MERPATI menanyakan kepada paket TABIR terkait isu Tarsi Syukur mendapatkan keuntungan dari LSM yang selama ini geluti.
“Ada isu yang beredar bahwa selama pak Tarsi memanfaatkan keuntungan dari LSM yang selama ini Bapak geluti. Apakah itu benar?”, tanya Calon Bupati dari paket nomor 2 Paskalis Sirahjudin.

Dikatakan Tarsi, prespsi tersebut sangatlah keliru. menurutnya penilaian seperti itu datang dari orang yang tidak mengerti tentang kiprah lembaga sosial karitatif, atau ada sentimen politik tertentu.

“Itu presepsi yang keliru. Saya telah didik dibelanda sejak tahun 1997 untuk selalu melayani orang kecil harus lahir dari kedalaman nurani. Isu itu saya anggap ada sentimen politik tertentu”, katanya.

Lebih lanjut, tarsi menjelaskan kiprah LSM itu Manggarai Timur sejak lama dan LSM tersebut diakui oleh pemerintah Kabupaten Manggarai Timur. Menurutnya kiprah LSMnya tak hanya di Manggarai Timur tetapi telah membantu banyak orang diseluruh daratan Flores.

”Sudah ratusan proyek air minum, irigasi, bangunan sekolah, bangunan puskesmas telah saya bangun di Manggarai Timur ini. Dan itu telah diakui oleh Pemerintah Manggarai Timur”, jelas Tarsi.

“Buktinya LSM telah melakukan serah terima kunci bersama Pak Bupati Yoseph Tote. Dan itu saya lakukan hingga di Kabupaten Ngada dan Kabupaten lainnya di Nusa Tenggara Timur”, jelas Tarsi, sontak diwarnai tepuk tangan para pendukungnya.

Pada kesempatan itu, Tarsi juga menyampaikan maanfaat LSM bagi pembangunan suatu daerah. Dimana kata, pihak ketiga seperti LSM sangat membantu keuangan suatu daerah.

“Justru kita harus bangga dengan pihak luar yang peduli dengan daerah kita, paling tidak LSM membantu APBD kita. Kita harus menerimanya sebagai upaya percepatan pembangunan daerah”, terang Tarsi.

Selain menepis isu terkait kiprahnya di LSM, Tarsi juga menekan program unggulannya yang ditawarkan TABIR yaitu desa prima dona pembanguan dan revolusi infrastruktur.

” Menjadikan desa sebagai primadona pembangunan. Karena desa adalah pusat keberadaan masyarakat dan desa pusat produksi dan urat nadi perekonomian daerah. Mewujudkan Desa Primadona Pembangunan maka Tabir melakukan intervensi kebijakan untuk memaksimalkan potensi dan keberhasilan pembangunan dengan menyiapkan model dan program pembangunan menuju desa makmur, desa hijau, desa sehat, desa pintar dan desa terbuka”, tuturnya. (Mhen/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan