oleh

Tekad Pemuda Desa Metatu Lestarikan Budaya

-Daerah, WisBud-2.041 views

RADAR NTT, Gresik–Sekelompok pemuda yang tergabung dalam seni jaranan (kesenian kuda lumping) yang dinamakan Satrio Kencono berkumpul dan menampilkan atraksi di hadapan masyarakat Desa Metatu Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik (Senin, 25/06/2018).

Kelompok pemuda ini sudah menampilkan kesenian jaranan khas Gresik Jawa Timur ini sudah untuk sekian kalinya. “Kami ingin melestarikan budaya Jawa Timur agar tak ditutupi oleh budaya luar yang masuk ke Indonesia, kami juga ingin dan menunjukkan pada pemuda, mahasiswa dan anak-anak agar tetap menyukai dan bangga pada kesenian yang dimiliki masyarakat Jawa Timur maupun di Indonesia, ujar Nurul Hadi, Ketua Kelompok Seni Jaranan Satrio Kencono kepada wartawan radarntt didampingi para anggotanya.

Selama ini kelompok pemuda tersebut berkumpul dan berlatih di depan warung kopi miliki Nurul Hadi dekat Puskesmas Metatu di Kabupaten Gresik. Ketua Kelompok seni jalanan tersebut sempat mengatakan, ia bersama rekan rekannya berkeinginan terus membudayakan dan melestarikan kesenian tradisional jaranan ini, serta pihaknya berharap kepada Pemerintahan Daerah Kabupaten Gresik memberi perhatian dan ikut membantu upaya para pemuda di Desa Metatu dalam melestarikan kesenian budaya ini.

“Kami masih kekurangan peralatan Jaranan, selama ini kami hanya mengumpulkan uang secara sukarela dari anggota kami untuk membeli perlengkapan, namun itu toh masih kurang karena masih banyak peralatan untuk jaranan belum bisa terbeli, dan selama ini kami kumpul-kumpul tidak hanya sekedar minum kopi tapi dapat memanfaatkan waktu untuk berkesenian,” tuturnya.

Kelompok Kesenian Jaranan  Satrio Kencono ini sering tampil di berbagai acara seperti acara sunatan,nikahan atau pun hajatan yang lainnya. (BB/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan