oleh

Bupati Ngada: PT Pos Indonesia Jelaskan Rincian Biaya Pengiriman Berkas CPNS

RADARNTT, Bajawa – Bupati Ngada Paulus Soliwoa meminta PT Pos Indonesia menjelaskan rincian pungutan biaya pengiriman berkas CPNS di Kabupaten Ngada.

Bertempat di Ruang kerja Kepala Badan Kepegawaian – Diklat Kabupaten Ngada, Senin, (25/11/ 2019) pukul 11.30, Bupati Paulus Soliwoa kepada media ini menjelaskan bahwa kebijakan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ngada dengan PT Pos Indonesia Cabang Bajawa karena berpikir bahwa akan banyak pelamar yang mendaftar.

“Sementara itu, kita juga keterbatasan fasilitas seperti ruangan. Sehingga, kita membangun kerjasama dengan pihak PT Pos Cabang Bajawa untuk mempermudah proses,” ujar Soliwoa.

Pertimbangan kita, lanjut Soliwoa, bahwa pelamar CPNS di kecamatan seperti kecamatan Golewa dan Aimere agar bisa mengirim berkas CPNS melalui Kantor Pos Cabang Mataloko dan tidak harus ke Kota Bajawa.

“Namun, terkait biaya tersebut itu merupakan kebijakan dilakukan pihak PT Pos sendiri tidak ada hubungan dengan Pemerintah Kabupaten Ngada. Tahu kami pihak PT Pos Indonesia hanya membantu untuk pisahkan per formasi seperti formasi guru, kesehatan. Lalu, tahap selanjutnya dilakukan Badan Kepegawaian – Diklat Kabupaten Ngada,” ungkap Bupati Soliwoa.

Tambahnya “setelah saya baca berita dari media RadaNTT terkait biaya pengiriman berkas CPNS di Kantor Pos sebesar Rp 30.000. Saya sudah konfirmasi ke kepala PT. Pos Indonesia di Ende untuk berikan informasi tersebut kepada awak media terkait rincian dari biaya Rp 30.000 tersebut, maka besok dari PT. Pos Indoensia akan kesini untuk berikan informasi”.

Bupati Soliwoa mengatakan terkait pelamar merasa keberatan adanya besar biaya tersebut saya juga mengerti dan nanti besok pihak PT Pos Indonesia akan menjelaskan rinciannya seperti apa.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian-Diklat Kabupaten Ngada Nikolaus Nono mengatakan terkait pemberitaan sebelumnya dari media RadarNTT bahwa besok Kepala PT Pos Indonesia akan hadir, untuk menjelaskan rincian besarnya biaya pengiriman.

“Sehingga bisa tahu persis jangan sampai ada tanggapan bahwa nanti uang yang dikumpulkan akan dibagi dua dengan Pemerintah Kabupaten Ngada. Seperti kutipan dalam wawancara di berita sebelumnya,” ungkap Nikolaus Nono.

Hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Ngada Drs. Paulus Soliwoa, Kepala Badan Kepegawaian – Diklat Kabupaten Ngada Nikolaus Nono, Kepala Baagian Humas Setda Ngada Martinus P. Langa dan awak media. (FX/RN)

Komentar