oleh

Diduga Ada Konspirasi Pembagian Sertifikat Tanah di Desa Binawali

RADARNTT, Bajawa – Warga desa Binawali menduga ada konspirasi antara Kepala Desa Binawali dan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Ngada terkait penerbitan dan pembagian sertifikat tanah.

Sejumlah warga sempat berunjuk rasa di kantor BPN Kabupaten Ngada pada Selasa, (19/11/2019).

Seorang warga, Yuliana Guri, mengatakan pihaknya merasa curiga adanya kerja sama antara pihak BPN Ngada dengan Kepala Desa Binawali soal penerbitan dan pembagian sertifikat tanah.

“Kami curiga ada kerja sama dari pihak BPN Kabupaten Ngada dengan kepala Desa Binawali terkait pembagian sertifikat,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (19/11/2019).

Pasalnya, pembagian sertifikat tanah tersebut dilakukan secara diam-diam, sehingga pihaknya tidak tahu adanya pembagian sertifikat tanah.

“Kami dengar informasi tersebut dari salah satu warga Binawali sehingga kami lakukan protes di kantor BPN Kabupaten Ngada,” ujar Yuliana.

Yuliana Guri berharap, sebelum pembagian sertifikat tanah suku Raba yang bermasalah tersebut, harus ada mediasi antara kedua belah pihak yang menghadirkan Kepala Desa.

Kepala BPN Kabupaten Ngada, Majid Arkian, saat dikonfirmasi, Rabu (20/11/2019) pagi menepis adanya konspirasi antara pihak desa dengan pihak BPN Ngada.

“Kami sudah kerja secara terbuka. Lima hari sebelumnya, kami sudah berikan surat kepada Kapolsek Aimere, Danposramil, Camat Aimere dan ke Desa Binawali bahwa akan adanya pembagian sertifikat,” kata Majid Arkian.

Terkait penyelenggaraan mediasi tersebut, lanjut Majid Arkian, mereka sudah percayakan kepada pihak desa. “Informasi kami dapat dari pihak desa bahwa sudah lakukan mediasi. Namun, pihak Yuliana Guri tidak hadir dalam mediasi tersebut,” paparnya.

Hingga berita ini diturunkan awak media sudah mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Binawali melalui telepon seluler namun belum merespons. (FX/RN)

 

Ket. Foto: Sejumlah Warga Desa Bina Wali di Kantor BPN Kabupaten Ngada. Selasa, (19/11/2019)

Komentar