oleh

Festival Riung Siap Digelar

RADARNTT, Bajawa – Fokus mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya dan keindahan alam, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ngada akan menggelar Festival Riung pada 29–30 Oktober 2019.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ngada, Methodius Reo Maghi di ruangan kerjanya, Rabu (16/10/2019).

Dikatakannya bahwa Festival Riung dan permainan rakyat dilatari tradisi dan budaya rakyat yang diwarisi hingga kini. Dan perlu mendapat dukungan pemerintah, dengan tujuan untuk mengangkat potensi budaya dan daya tarik pariwisata yang ada di kecamatan Riung.

“Sumber daya manusia dalam mengelola semua potensi yang ada perlu dilakukan melalui beberapa pendekatan seperti pelatihan dan sosialisasi,” kata Maghi.

Selain itu, kata dia, perlu dibuatkan sebuah ruang untuk menciptakan daya kreativitas masyarakat pemilik obyek untuk lebih menghargai dan mengangkat aset yang dimilikinya, salah satunya adalah menyelenggarakan festival.

“Pelibatan masyarakat untuk mengetahui seberapa besar minat dalam mengangkat potensi pariwisata yang dimilikinya dan ada program berkelanjutan dari aspek promosi menjadi poin penting. Sehingga perlu adanya sinergisitas semua elemen,” ujar Maghi.

Dia mengatakan bahwa sesuai potensi yang ada, Festival Riung perlu diselenggarakan dengan sebuah harapan agar keindahan alam dan semua potensi budaya dapat dikelola secara baik serta memberi dampak ekonomi untuk masyarakat.

“Even ini akan mengangkat beberapa kegiatan yakni karnaval budaya Riung karena Riung adalah salah satu daerah yang beragam budaya dan agama di kabupaten Ngada,” kata Maghi.

Ia menerangkan bahwa masyarakat Riung hidup berdampingan sejak lama dan menempati daerah pesisir. Masyarakat Riung juga dikenal pencinta budaya dan melestarikan budaya asli seperti adat istiadat serta kesenian daerah.

Untuk melestarikan potensi itu, festival Riung kali ini akan mengangkat keragaman budaya dengan menyelenggarakan karnaval budaya Riung yang melibatkan berbagai komunitas budaya yang mendiami wilayah itu.

“Komunitas yang dilibatkan antara lain, komunitas budaya dari desa-desa se-kecamatan Riung, siswa/siswi tingkat SD sampai SLTA, pelaku pariwisata, hotel, restoran dan ASN se-kecamatan Riung,” jelas Maghi.

Terdapat obyek wisata yang terkenal yaitu Taman Wisata Alam 17 Pulau Riung di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, adalah firdausnya  pulau-pulau kecil yang berjejar di Pulau Flores, luasnya mencapai 9.900 hektare terdiri dari laut dan darat termasuk dalam kawasan konservasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Kupang. (FX/ RN)

Komentar