oleh

Jatuh Tempo Proyek Jalan Dadawea-Pomamana Terbengkalai

RADARNTT, Bajawa – Proyek peningkatan jalan Dadawea – Pomamana hingga batas masa kontrak pada Jumat, (6/12/2019) masih terbengkalai karena belum ada pengaspalan, saluran drainase dan deker juga belum tuntas.

Pantauan radarntt.co di lokasi pada Jumat, (6/12/2019) proses pekerjaan fisik terdiri dari pembangunan drainase namun belum selesai, gusur pelebaran jalan, deker belum dikerjakan dan aspal pun belum dikerjakan.

Berdasarkan papan proyek anggaran pembangunan jalan Dadawea – Pomamana sebesar Rp 2.981.576.249,84 dengan masa kontrak 150 hari kalender sejak 10 Juli 2019 hingga 6 Desember 2019.

Kepala Desa Ratogesa Atanasius Paru dengan wajah merah penuh rasa kesal karena pekerjaan jalan tidak selesai tepat waktu. Ditemui radarntt.co di ruang kerjanya, Jumat, (6/12/2019), ia mengucapkan rasa kurang puas terhadap proses pekerjaan jalan yang ada.

“Proyek tersebut masuk ke wilayah Desa Ratogesa, namun CV. Gatra Mandiri tidak melapor ke pihak pemerintah desa. Saya sangat tidak puas karena pekerjaan yang seharusnya dikerjakan pada bulan Juli hingga Desember namun hanya berakhir di masa kontrak dengan 30 persen,” kata Atanasius Paru.

Kondisi tidak tuntasnya pekerjaan ini, menurutnya sangat merugikan masyarakat sebagai penerima manfaat, karena “kalau sudah masuk musim hujan maka akses masyarakat Pomamana dan Turetogo akan lumpuh, akibat buruknya kondisi jalan, padahal disana wilayah penghasil Moke putih,” tegas Kepala Desa Ratogesa.

Emanuel Tai selaku masyarakat Turetogo kepada media ini mengatakan kami sangat antusias untuk pembebasan lahan untuk pembangunan jalan. “Jadi, kami hanya ingin jalan ini terus dikerjakan hingga selesai,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ulubelu Watu, Su’u Aloysius kepada media ini mengatakan tenaga kerja pembangunan saluran drainase direkrut oleh dia. “Tenaga kerja saluran itu saya yang rekrut. Semua pembayaran tenaga kerja dari CV. Gatra Mandiri,” terangnya.

Ia menjelaskan lokasi Kantor CV. Gatra Mandiri  berada dekat perempatan asrama Polres Ngada, tepat disamping Rumah Jabatan Kapolres Ngada.

Awak media sudah berusaha konfirmasi ke pihak CV. Gatra Mandiri. Namun tanggapan salah satu karyawan CV. Gatra Mandiri di kantor tersebut mengatakan pemilik sedang keluar beberapa jam yang lalu. Belum pasti jadwal pulang dan nanti baru diinformasikan.

Hingga berita ini diturunkan belum ada informasi lanjutan terkait keberadaan pemilik CV. Gatra Mandiri.

Belum jelas penyebab masalah terhambatnya proyek tersebut. Kadis PUPR Kabupaten Ngada belum membalas pesan what’sapp hanya baca, telepon pun tidak diangkat, dan ke Kantor pun Kadis selalu tidak ada di tempat. (FX/RN)

Komentar