oleh

Jelang Pelantikan Presiden, Tokoh Umat Tolak Radikalisme dan Terorisme

RADARNTT, Mbay – Jelang Pelantikan Joko Widodo -Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2019, tokoh umat Islam menyatakan menolak keras perilaku radikalisme, terorisme dan unjuk rasa anarkis.

Bertempat di Masjid Nurul Jihad, Kelurahan Mauponggo, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Senin (14/10/2019), sejumlah tokoh umat menyatakan pendapat menyikapi situasi dan kondisi bangsa dan negara akhir-akhir ini.

“Saat ini di beberapa daerah di wilayah Indonesia terjadi aksi aksi unjuk rasa anarkis dan tindakan terorisme,” ungkap Basrin Usman, Tokoh Umat setempat.

Menurut dia, sementara ini sedang terjadi ancaman terorisme dan radikalisme di beberapa tempat, terdapat kelompok radikal yang menyusup di tengah aksi mahasiswa dan pelajar menolak RUU KPK dan RUU KUHP.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa sebentar lagi akan dilaksanakan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024, tentunya akan banyak upaya yang dilakukan untuk menggagalkan pelantikan tersebut,” kata Basrin Usman.

Basrin Usman selaku Tokoh Islam, mengecam dan mengutuk aksi anarkis yang menimbulkan korban baik fisik bahkan korban jiwa dari para petugas kepolisian dalam menghadapi para perusuh saat menyusup di dalam demonstrasi para mahasiswa dan pelajar.

“Saya selaku tokoh agama di lingkungan masjid Nurul Jihad Mauponggo dengan tegas menyatakan menolak unjuk rasa anarkis, aksi terorisme dan radikalisme,” tegas Basrin Usman.

“Kami perwakilan umat muslim di wilayah Mauponggo ini mendukung pelantikan presiden dan wakil presiden yang akan dilaksanakan pada 20 Oktober mendatang agar berjalan sesuai rencana dan kondusif,” imbuhnya.

Basrin juga menghimbau seluruh masyarakat khususnya umat Islam di lingkungan Masjid Nurul Jihad Mauponggo untuk tetap menjaga Kamtibmas agar tetap kondusif dan jangan terpengaruh isu-isu provokasi dan berita bohong. (FX/RN)

Komentar