oleh

Kekeringan Landa Desa Banuan, Masyarakat Krisis Air

RADARNTT, Kefamenanu — Musim kemarau yang berkepanjangan menjadi ancaman serius bagi masyarakat di Desa Banuan, Kecamatan Insana Fafinesu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Pantaun media, Sabtu, 19 Oktober 2019, Kekurangan air bersih menjadi kendala serius masyarakat desa. Terlihat juga tanaman-tanaman di desa ini yang layu dan kekeringan bak merindukan air.

Sekretaris Desa Banuan, Martinus Manbait, yang ditemui media ini mengatakan kondisi ini sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir mulai dari Juli, Agustus dan September hingga oktober 2019 ini.

“Kami disini berjuang sendiri-sendiri untuk memenuhi kebutuhan air. Air menjadi masalah vital untuk desa kami,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini masyarakat desa selalu mengandalkan 2 sumber air untuk memenuhi kebutuhan air, akan tetapi karena curah hujan tahun 2018 kemarin yang minim maka dari itu tahun ini air di 2 sumber tersebut debitnya menurun.

“Untuk memperoleh air masyarakat di sini rela antri dari pagi sampai malam, dan bahkan ada masyarakat yang nekat tidur di sumber air. Mana mungkin dengan 2 sumber air mampu memenuhi kebutuhan 156 Kepala Keluarga dan 648 jiwa,” jelasnya

Demi mengantri air, tambahnya, masyarakat desa yang mayoritas berprofesi sebagai petani harus menunda pekerjaan di kebun demi memperoleh air bersih.

“Ibu-ibu juga harus meninggalkan pekerjaan harian mereka sebagai penenun untuk mengantri di sumber air,” tambahnya

Ada upaya lain yang dilakukan masyarakat untuk memperoleh air yaitu harus pergi ke Desa tetangga menggunakan motor dan membawa jerigen dengan jarak tempuh 5 km.

“Yang punya kendaraan ya bisa ke sana, tapi yang tidak punya kendaraan ya harus antri di sumber air,” lanjutnya

Senada Ketua BPD Desa Banuan, Primus Sako yang dimintai keterangannya mengatakan kondisi ini sangat memprihatinkan dan menyulitkan masyarakat akan kebutuhan air bersih.

Menurutnya pada akhir bulan September lalu, pihak pemerintah desa telah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Timor Tengah Utara terkait masalah ini. Namun, jawaban yang didapat malah tidak menjadi solusi untuk masalah ini.

“Kami sudah koordinasi dengan BPBD tapi jawabnya kami sudah terlambat menyampaikan keluhan mengenai hal ini, waktu koordinasi kalau masih bulan Juni pasti mereka akan layani,” tandas Primus. (AM/ND/RN)

Komentar