oleh

Kemah Literasi NTT Segera Digelar

RADARNTT, Kupang – Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dipercayakan Dirjen PAUD dan Dikmas Subdit Pembinaan Pendidikan Kesetaraan dan Keaksaraan Kemendikbud untuk menyelenggarakan Kemah Literasi tahun 2019, demikian kata Ketua FTBM NTT, Polikarpus Do, kepada media ini Minggu, (17/11/2019).

Menurut Polikarpus program Kemah Literasi juga merupakan program strategis Presiden RI Joko Widodo dalam mengembangkan SDM Unggul untuk Indonesia Maju. “Untuk tahun 2019 kegiatan kemah literasi diselenggarakan di empat provinsi yaitu: Jawa Barat sudah dilaksanakan 15-17 November 2019, NTT akan digelar pada 25-27 November 2019, selanjutnya Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara,” ungkapnya.

Keempat provinsi penyelenggara memiliki konten atau jenis kegiatan dan tema yang berbeda-beda, kata Polikarpus, khusus NTT mengusung tema Literasi sebagai Kecakapan Abad 21, sedangkan Jawa Barat mengusung tema Literasi untuk Semua, Sumtera Utara mengangkat tema Literasi yang Memberdayakan, dan Sulawesi Selatan tentang Residensi.

“Untuk NTT, panitia sudah mempersiapkan dan melakukan koordinasi, konsolidasi, dan pertemuan-pertemuan dalam rangka persiapan ini,” kata Ketua PKBM Bintang Flobamora. Kegiatan dipusatkan di Bumi Perkemahan SPNF SKB Kelurahan Oenesu Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang.

Polikarpus menyebutkan beberapa agenda yang akan ditampilkan dalam kegiatan kemah literasi, diantaranya: Diskusi atau Sarahsehan, Lokakarya, Pameran Produk Literasi, Pentas Seni dan Budaya, Klinik Konsultasi Kompetensi Literasi dan Api Unggun.

Ia juga mengatakan masing-masing jenis kegiatan memiliki sub tema, yaitu: pertama; Peran strategis sekolah, keluarga dan masyarakat dalam mengembangkan literasi di era digital. Kedua; Peran satuan pendidikan non formal dalam mendorong gerakan literasi masyarakat. Ketiga; Peran media sosial atau literasi media sosial dalam menangkal hoaks. Keempat; Produk Literasi satuan pendidikan non formal. Kelima; Pelatihan read aloud, membaca nyaring/keras oleh orangtua untuk anak. Keenam; Pelatihan menulis essay. Ketuju; Focus Group Discussion (FGD) dengan beberapa materi yaitu membuat rencana tindak lanjut (RTL), Rekomendasi dan revisi juknis pendidikan non formal khususnya yang terkait dengan literasi.

“Ini rangkaian kegiatan yang akan menghadirkan narasumber sesuai tema, kepala dinas infokom dan pendidikan, budayawan membahas pariwisata dan budaya, kepala pusat bahasa dan perbukuan NTT, kepala BP PAUD dan Dikmas,” kata Polikarpus.

“Kita berharap literasi menjadi gerakan bersama, harus menyatukan dan literasi mengakar di bumi Flobamorata. Untuk itu, semua pihak kita libatkan, Undana, PLS, para pegiat literasi, pengelola PKBM, SKB, LKP, para sastrawan,” sambung Polikarpus.

Ia menyebutkan bahwa melalui kemah literasi terbangun soliditas, solidaritas, kebersamaan dan kekeluargaan antar para pegiat literasi dengan latar belakang masing-masing yang punya visi dan misi yang sama untuk membangkitkan dan menggempakan literasi dengan karya-karyanya, agar literasi berdampak besar bagi kehidupan masyarakat.

“Literasi adalah jantung kehidupan, artinya bahwa literasi adalah point centre kehidupan untuk membangun budaya baca, literasi keterampilan dan mindset dalam semua aspek kehidupan sehingga terjadi perubahan pola pikir, pola laku dan pola tindak yang diolah melalui literasi. Untuk itu saya mohon dukungan semua pihak, untuk masyarakat Kabupaten Kupang dan Kota Kupang mari bergabung dalam kemah literasi tahun 2019. Salam literasi, NTT Membaca-Indonesia Membaca,” tutup Polikarpus. (TIM/RN)

Komentar