oleh

Kepala BK-Diklat Ngada: Pengiriman Berkas CPNS via Kantor Pos, Hindari Kontak Langsung Pelamar

RADARNTT, Bajawa – Kepala Badan Kepegawaian-Diklat (BK-Diklat) Kabupaten Ngada, Nikolaus Nono mengatakan, kerja sama dengan PT Pos Indonesia dalam pengiriman berkas lamaran CPNS agar menghindari kontak langsung dengan pelamar.

Nikolaus Nono menjelaskan, sejak tahun 2015 hingga tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Ngada tidak ada formasi CPNS. Karena tahun ini dibuka formasi maka akan banyak yang melamar. Kemungkinan membludaknya pelamar, pemerintah mengambil langkah antisipasi kerja sama dengan PT Pos Indonesia dalam penerimaan berkas lamaran.

“Kebijakan kita bekerjasama dengan PT Pos Indonesia agar menghindari kontak langsung dengan pelamar, sehingga tidak menganggu tim verifikasi berkas di Kantor BK-Diklat Ngada,” ungkap Nikolaus Nono dalam pertemuan yang berlangsung di kantor BK-Diklat Kabupaten Ngada,  Selasa, (26/11/2019), sekira pukul 10.00 menghadirkan Kepala Kantor Pos Ende, Kepala BK-Diklat bersama awak media biro Ngada.

Dikabarkan media ini sebelumnya, PT Pos Indonesia Cabang Bajawa memungut biaya pengiriman berkas CPNS sebesar Rp. 30.000,00. Pihak PT Pos Indonesia akhirnya melayangkan surat klarifikasi terkait pemberitaan tersebut.

Untuk diketahui, jarak antara kantor Pos Cabang Bajawa dan Kantor BK-Diklat Kabupaten Ngada tidak terlalu jauh. Bahkan, berjalan kaki hanya menghabiskan waktu sekitar 10 menit.

Kepala PT Pos Ende, Tri Rahayu Ningtiah, mengatakan, dirinya sudah membaca berita media RadarNTT.

“Saya surprise karena dari judul berita ada kata pungutan. Tetapi kami memaklumi. Terkait tarif sebesar Rp. 30.000,00 tersebut sudah tersistem. Jadi, sesuai dengan penawaran kami ke Badan Kepegawaian Diklat (BK- Diklat) Kabupaten Ngada. Sebelum penetapan tarif sudah ada penawaran dan sudah tersistem,” ungkap Try Rahayu.

Dia menambahkan, hal ini berlaku untuk semua wilayah di bawah Biro Ende.

Berdasarkan surat klarifikasi pihak PT Pos Indonesia untuk media RadarNTT, tertulis pada poin ke-3, menuliskan “dengan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban yang akan timbul bagi masyarakat khususnya para pelamar terkait biaya transportasi, penginapan, makan dan lain sebagainya jika mereka harus datang untuk menyerahkan berkas fisik secara langsung ke kantor BKD Ngada”. (FX/RN)

Komentar