oleh

Ketua DPD FK-PKBM Kota Kupang Monitoring USBN

RADARNTT, Kupang – Ketua Dewan Pengurus Daerah  Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (DPD FK – PKBM) Kota Kupang Polikarpus Do monitoring pelaksanaan kegiatan Ujian Sekolah Bersatandar Nasional (UASBN), hal ini dibuktikan dengan melakukan kunjungan pada satuan pendidikan baik PKBM maupun Sanggar Kegiatan Belajar Masyarakat (SKBM) yang ada di kota Kupang seperti YayasanPurnama Kasih (Yaspurka) dan Bintang Flobamora Senin, 01/04/2019

Kepada RADARNTT, Polikarpus menjelaskan monitoring pelaksanaan UASBN bagi satuan pendidikan Kesetaraan yang dilaksanakan secara serentak pada hari ini, menunjukan bahwa pendidikan non formal tidak lagi dipandang ‘sebelamata’ oleh masyarakat sehingga dirinya bersama tim Dinas Pendidikan Kota Kupang melakukan monitoring di beberapa satuan pendidikan kesetaraan yang sedang selenggarakan UASBN.

“Penyelenggaraan UASBN yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan kesetaraan baik PKBM maupun SKBM yang dilakukan secara serentak menunjukan bahwa pendidikan kesetaraan itu bermartabat dan berkualitas yang tidak terlepas dari proses pelaksanaan KBM disatuan pendidikan masing masing, sehingga proses tahapan tahapan tersebut harus dilakukan hingga pada tahapan evaluasi ditingkat satuan pendidikan melalui ujian semester, USBN dan selanjutnya pada tahapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang akan dilaksanakan pada pertengahan bulan April  bagi kesetaraan paket C dan pada bulan Mei bagi kesetaraan paket B,” jelas Polikarpus.

Dalam konteks UASBN, kata Polikarpus soal yang disajikan merupakan soal soal yang telah disusun oleh forum tutor tingkat Provinsi yang melibatakan tutor dari kabupaten dan kota se-NTT dengan persentase 75 percen dari daerah sementara 25 percen adalah soal soal dari pusat. Lanjut Polikarpus disebut Ujian sekolah berstandar nasional karena soal soal yang akan disajikan kepada warga berlajar itu ada dua yakni soal dari pusat dan daerah.

Ia juga menambahkan UASBN juga merupakan proses evaluasi kemampuan warga belajar untuk merai prestasi pengetahuan belajar mereka dan yang lebih hebatnya, UASBN menjadi penentu kelulusan pada ujian akhir melalui UNBK, “ kalau siswa belum lulus pada USBN maka secara otomatis dia tidak akan lulus pada ujian akhir, jadi UASBN indikator kelulusan siswa, dan saya yakin hal ini juga berlaku pada pendidikan formal,” tegas Polikarpus.

Dirinya berharap penyelenggaraan UASBN pada satuan pendidikan kesetaraan yang dilaksanakan secara serentak diselurun NTT mulai dari tanggal 1 -6 April 2019 bisa berjalan sesuai standar dan aturan pendidikan juga dapat mewujudkan pendidikan yang bermartabat dan berkualitas (Tim/RN)

Komentar