oleh

Kronologi Meninggalnya Samuel Bulu Maru Selama Ditahan oleh Kepolisian Resor Sumba Barat

RADARNTT, Waikabubak – Samuel Bulu Maru biasa dipanggil Bapa Maya, ayah empat orang anak perempuan ini lahir di Watu Deta 31 Desember 1971, berumur 48 tahun, beragama Kristen Protestan, pekerjaan sebagai Petani, beralamat di Kampung Watu Deta, Desa Dangga Mangu, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kronologi Kejadian

Pada tanggal 27 Oktober 2019, sore hari, Samuel Bulu Maru yang disapa Bapa Maya, ditangkap di rumah saudaranya di Waikabubak, Sumba Barat oleh beberapa orang polisi dan menurut keluarga kemudian dibawa ke Polres Sumba Barat. Penangkapan berkaitan dengan peristiwa penyerangan yang mengakibatkan seorang luka berat terkena tebasan parang, seorang meninggal dunia dan sebuah rumah kebun rusak di Desa Dangga Mango, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT pada tanggal 5 September 2019

Almarhum ditangkap berdasarkan (Laporan Polisi Nomor: LP/PID/195/IX/2019/NTT/RES.SB tanggal 6 September 2019). Menurut pihak kepolisian, Samuel Bulu Maru termasuk salah satu tersangka pelaku tindakan penyerangan tersebut dan selama ini dicari oleh aparat kepolisian yang menangani perkara tersebut. Dengan ditangkapnya Samuel Bulu Maru, tersangka yang telah ditangkap dan ditahan berjumlah ada 5 (lima) orang yang semuanya ditahan di Polres Sumba Barat terkait peristiwa tersebut.

Menurut pihak keluarga dan kuasa hukum, pada saat penangkapan, 27 Oktober 2019, Samuel Bulu Maru dalam keadaan sehat. Samuel Bulu Maru tidak memiliki riwayat penyakit yang berbahaya dan tidak pernah dirawat di rumah sakit.

Pada hari Senin, 28 Oktober 2019, Umbu Tamu Ridi.,SH.,MH, salah satu kuasa hukum dari Kantor Bantuan Hukum Sarnelli yang dihubungi keluarga, datang ke Polres Sumba Barat untuk bertemu dengan Samuel Bulu Maru dan selanjutnya mendampingi proses pemeriksaan sebagai Tersangka.

Pada pertemuan tersebut, Samuel Bulu Maru menyampaikan kepada Umbu Tamu Ridi SH, MH sebagai kuasa hukumnya bahwa dirinya telah dipukul oleh petugas kepolisian di paha kaki kiri sampai memar dan biru, sehingga pincang bila berjalan. Atas pertanyaan kuasa hukumnya apakah dirinya siap dan bisa diperiksa, Samuel Bulu Maru menyatakan siap dan bisa diperiksa. Umbu Tamu SH, MH menyampaikan bahwa akan mencatat keluhan tersebut untuk ditindaklanjuti sesuai hukum.

Selanjutnya Samuel Bulu Maru dengan didampingi oleh Umbu Tamu Ridi SH, MH menjalani pemeriksaan selama kurang lebih empat jam, sebelum dikembalikan ke ruang tahanan di Polres Sumba Barat.

Menurut pihak kepolisian Polres Sumba Barat, pada tanggal 31 Oktober 2019 sekira pukul 23.30 Samuel Bulu Maru kejang-kejang dan oleh petugas kepolisian dilarikan ke RS Lende Moripa di Waikabubak, Sumba Barat. Menurut pihak kepolisian, Samuel Bulu Maru meninggal di ruang ICU rumah sakit pada saat mendapatkan pertolongan dari petugas medis.

Keluarga datang ke rumah sakit beberapa jam kemudian dan Samuel Bulu Maru telah meninggal dunia setelah diberitahu secara langsung ke rumah salah satu keluarga Samuel Bulu Maru di Waikabubak, Sumba Barat.

Menurut pihak keluarga, Samuel Bulu Maru pada tanggal 27 Oktober 2019 dalam keadaan sehat. Namun, sejak ditahan Samuel Bulu Maru mengeluhkan sakit di paha kaki kiri dan bagian pinggang belakang sampai bokong yang sakit sekali. Menurut anak kandung Samuel Bulu Maru, Desi dan Maya, yang sempat bertemu saat mengantar makanan, bapaknya mengeluhkan telah dipukul oleh petugas kepolisian dan merasa takut untuk menyampaikan keluhan tersebut karena merasa sangat terancam selama dalam tahanan Polres Sumba Barat.

Berdasarkan kondisi adanya memar biru di paha kiri dan pinggang belakang sampai bokong dan semacam noda di dada sekitar di atas ulu hati, keluarga meminta pertanggungjawaban atas meninggalnya Samuel Bulu Maru. Isteri dan keempat anaknya meminta ada kejelasan mengenai penyebab meninggalnya suami dan ayah mereka, Samuel Bulu Maru.

Pihak keluarga yang diwakili oleh Lodowik Bulu Ate berdasarkan kondisi Samuel Bulu Maru yang mengeluhkan sakit pada paha kaki kiri dan pinggang belakang sampai bokong sejak ditahan, meyakini bahwa Samuel Bulu Maru telah meninggal dunia di ruang tahanan Polres Sumba Barat.

Oleh karena itu, pihak keluarga menghendaki kepastian akan penyebab meninggalnya Samuel Bulu Maru. Tindakan otopsi atas jenazah Samuel Bulu Maru telah dilaksanakan pada tanggal 2 November 2019 di RSUD Waikabubak, Sumba Barat dengan Dokter Forensik dari Mabes Polri (menurut penjelasan Polres Sumba Barat).

Pada tanggal 3 November 2019, jenazah Samuel Bulu Maru diserahterimakan kepada keluarga untuk selanjutnya dibawa ke Kampung Watu Deta, Desa Dangga Mango, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya untuk dimakamkan. Rencana pemakaman pada tanggal 8 November 2019.

Pihak keluarga Samuel Bulu Maru menegaskan bahwa peristiwa ini haruslah mendapatkan kepastian hukum mengingat keluhan almarhum tentang kekerasan yang telah diterimanya selama ditahan di Polres Sumba Barat. (TIM/RN)

Komentar