oleh

Mahasiswa Poco Ranaka Timur Makassar  Sikapi Sarana Air Minum Bersih Desa Wangkar Weli yang Mubazir

RADARNTT, Borong – Mahasiswa Poco Ranaka Timur Makassar turut menyampaikan sikap soal Pembangunan Sarana Prasarana Air Minum Bersih di Desa Wangkar Weli kecamatan Poco Ranaka Timur Kabupaten Manggarai Timur  NTT yang tidak dimanfaatkan warga.

Pernyataan Sikap Mahasiswa ini disampaikan oleh salah satu Anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang  Makassar Sulawesi Selatan, Hendratia Iren, saat dihubungi RadarNTT via seluler, pada Kamis, 5/3/2019.

Kata Iren, berbagai informasi yang dihimpun dari media yang terjadi akhir-akhir ini mengenai pemanfaatan pembangunan sarana yang mubazir untuk kepentingan masyarakat membuat dirinya sebagai mahasiswa merasa risau dan ingin bersikap demi kebaikan bersama.

Ia menjelaskan hasil investigasi media RadarNTT di lapangan, pada Senin, 25 Februari lalu ditemukan kerusakan yang parah, tidak terawat pada hampir semua tugu keran air minum serta empat unit bak air minum yang tidak terisi air dan diduga tidak pernah dilakukan pemeliharaan rutin terutama pembersihan lokasi bangunan.

Mewakili rekan-rekan Mahasiswa Poco Ranaka Timur, Manggarai Timur yang kuliah di Kota Makassar Sulawesi Selatan, Iren pun menyatakan kekesalannya atas sikap pemangku kepentingan di desa Wangkar Weli yang kurang respon dan terkesan membiarkan hal itu berlarut, pada hal Sarana Air Minum bersih tersebut telah dibangun sejak Tahun 2017 hingga kini tidak dapat dimanfaatkan.

Dirinya mendesak pemerintah desa Wangkar Weli agar mengambil langkah persuasive kepada pihak yang mengerjakan sarana tersebut, yang menurut informasi dikerjakan sendiri oleh pihak Pemerintah kabupaten.

“Jika memang dana untuk pembangunan sarana tersebut bersumber dari Pemkab Matim kenapa tidak melalui perencanaan bersama di desa  untuk mengukur atau mengetahui pemanfaatannya agar tidak ada kesan mubazir? Harusnya ada kajian terlebih dahulu.” Tegas Iren

Sementara itu, Wakil Ketua PMKRI Cabang Palopo – Sulawesi Selatan, Remigius Magung ketika dihubungi via seluler, Kamis, 6/3/219 juga ikut menyayangkan pembangunan sarana Air Minum bersih di desa Wangkar Weli itu yang tidak tepat sasaran.

Magung menilai, proses perencanaan pembangunan sarana air minum bersih di desa Wangkar Weli itu mubazir diakibatkan karena kurangnya melibatkan unsur penting pada saat perencanaan yang mengetahui persis keadaan geografis desa, sehingga menyebabkan sarana tersebut tidak dapat dimanfaatkan.

“Kami sebagai mahasiswa, tidak memiliki niat dan kepentingan lain atau mungkin ada tendensi khusus terkait hal ini, kami hanya berkewajiban untuk menyikapi berbagai ketimpangan sosial yang sangat merugikan kepentingan umum termasuk sarana pembangunan di desa Wangkar Weli yang diperuntukan bagi banyak orang namun tidak dimanfaatkan.”tegas Magung.

Menurutnya, banyak keluhan warga yang disampaikan melalui Watshap serta mengirimkan foto Sarana empat unit Bak Air Minum Bersih serta lima tugu keran Air Minum  yang sudah rusak dan tidak ada bekas pemakaian oleh warga.

Ia juga meminta kepada seluruh pihak yang berwenang untuk mengusut dan mengungkap kasus ini agar diselesaikan dengan kerendahan hati serta tidak boleh terjadi lagi pada perencanaan pembangunan desa selanjutnya dan ini juga untuk mencegah terjadinya praktek rekayasa perencanaan yang merugikan kepentingan umum.
Hingga ditayangan pemberitaan ini, belum ada pihak desa yang berhasil dihubungi. ( Tim /RN )

Komentar