oleh

Masyarakat Siaga dan Tangguh Bencana

RADARNTT, Kupang – Masyarakat harus siaga dan tangguh bencana, demikian tegas Walikota Jefri Riwu Kore saat membuka kegiatan rapat formalisasi dokumentasi rencana kontinjensi angin puting beliung, angin Kencang, banjir dan tanah longsor tingkat Kota Kupang tahun 2019, pada Senin, (2/9/2019) di Hotel Neo Aston Kupang.

Walikota Kupang, dalam sambutannya meminta kesiapsiagaan dan ketangguhan bencana oleh masyarakat Kota Kupang. Hal ini perlu dilakukan sejak dini agar masyarakat memiliki kesadaran tentang bencana yang dapat mengancam kapan saja.

“Saya meminta agar kesiapsiagaan dalam mengantisipasi bencana harus dilakukan sejak awal. Kota Kupang harus tangguh, kita harus antisipasi bencana sejak awal,” ujarnya.

Lebih lanjut Walikota meminta agar penanganan bencana di Kota Kupang harus diantisipasi sejak awal. Sehingga tidak terjadi peristiwa atau gangguan yang mengancam dan merusak kehidupan.

Menyikapi hal tersebut, menurut Walikota diperlukan suatu penataan atau perencanaan yang matang dalam penanggulangan bencana, sehingga dapat dilaksanakan secara terarah dan terpadu.

“Dalam beberapa tahun terakhir sering terjadi bencana yang dialami oleh Kota Kupang seperti angin puting beliung yang terjadi kali lalu yang merugikan ratusan juta karena menyebabkan kerusakan yang sangat parah di beberapa titik, oleh karena itu saya berharap agar semua pihak perlu kembangkan sikap baru yang lebih proaktif, menyeluruh, dan mendasar dalam menyikapi bencana,” tegas Ketua DPD Demokrat NTT.

Sementara itu, Divisi Pemberdayaan Masyarakat LSM Rumah Perubahan Flobamorata, Defiandi Selan mengatakan inisiatif kegiatan ini sebagai wujud komitmen pemerintah untuk menyiapkan langkah preventif guna antisipasi bencana alam.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai wujud nyata komitmen pemerintah untuk menyiapkan langkah – langkah preventif guna mengantisipasi bencana alam yang akan terjadi di hari mendatang. Namun yang perlu diperhatikan ialah masyarakat yang pada daerah resiko rawan bencana alam,” ungkap Selan via seluler, Senin (2/9/2019).

Dia berharap ada edukasi dari pemerintah secara berkala bagaimana memanajemen sebuah persoalan bencana semisalnya latihan evakuasi atau hal teknis lainnya terkhususnya warga masyarakat yang tinggal di daerah resiko terkena bencana alam, “kami juga ingin meminta pemerintah untuk dapat efektif dalam pemberian bantuan dana, karena dampak dari gempa bukan cuman fisik bangunan tapi non fisik seperti: tindakan/perawatan medis dan sampai pada gangguan psikologi berupa trauma dan lainnya yang dialami korban juga penting dilakukan,” harap Selan.

Kegiatan dihadiri Kepala Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Ade Manafe, pihak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan instansi terkait lainnya. (Yo/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan