oleh

Membangun Gereja Membangun Jemaat

RADARNTT, Kalabahi – Tersedianya sarana ibadah yang representatif dan layak adalah  bagian dari iman. Pembangunan gedung Gereja menjadi simbol keberadaan jemaat yang mendiami dan bersekutu untuk memuji dan memuliakan Tuhan.

Bupati Alor Amon Djobo pada Kegiatan Pengatapan Gedung Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat Filadelfia Mali Bang Om, Kelurahan Kabola, Kecamatan Kabola Selasa, (3/12/2019) mengatakan, “Pembangunan gedung gereja bukan menjadi tanggungjawab satu atau dua orang saja atau tanggungjawab pendeta maupun pemerintah tetapi pembangunan gereja merupakan tanggungjawab semua jemaat”.

Untuk itu, ia mengimbau semua warga jemaat hendaknya terlibat dalam pelaksanaan pembangunan Gereja. Bekerjalah bersama-sama secara tulus membangun gedung gereja menjadi sebuah gedung yang representatif untuk beribadah dan juga menjadi tempat bersekutu serta mempersembahkan syukur atas berkat Tuhan yang dilimpahkan dalam kehidupan kita.

“Ada yang tidak pernah sumbang tenaga, pikiran maupun material dalam pembangunan, kerjanya hanya menggeretu (comel) tetapi setelah gedung selesai dibangun, merekalah yang akan berkata bahwa gedung dapat dibangun karena mereka. Orang-orang seperti demikian adalah orang-orang yang bertentangan arti, orang yang tidak bisa memberikan arti bagi sesama, orang yang menutup diri dan tangannya bagi sesama, ini selalu terjadi pada setiap kegiatan pembangunan. Saya harap sikap demikian jangan ditiru,” tutup Bupati Djobo.

Wakil Ketua Badan Pekerja Daerah (BPD) GBI Propinsi NTT Pendeta Edy Seragih mengatakan, “Setiap orang ingin maju. Jika ingin maju maka harus memiliki Arti Lebih. Orang yang memiliki arti lebih kata Wakil Ketua BPD adalah orang yang dapat membantu sesama atau orang lain”.

Akan tetapi, lanjut Seragih, jangan menjadi orang yang memiliki Arti Pas-Pasan karena orang tersebut tidak bisa membantu orang lain karena membantu dirinya sendiri saja tidak bisa dan juga jangan menjadi orang yang memiliki Nilai Kurang karena orang yang memiliki nilai kurang adalah orang yang selalu membuat masalah.

“Semua warga jemaat GBI hendaknya menjadi orang yang memiliki nilai lebih. Saya harap Para Pendeta GBI dan seluruh warga jemaat GBI Kabupaten Alor mendukung penyelenggaraan Pemerintahan Daerah”, ungkap Pendeta Seragih.

Acara pengatapan gereja GBI Mali Bang Om ini ditandai dengan penyerahan seng oleh Wakil Ketua Gembala GBI Jemaat Filadelfia Mali Bang Om Ibu Holi Petra kepada Bupati Alor yang selanjutnya diserahkan kepada Wakil Ketua BPD GBI Propinsi NTT dan Kepala Tukang Bapak Nadab Asamou. (Edy Kaful)

Komentar