oleh

Mobil Ferrari untuk Siapa?

RADARNTT, Info – Kehadiran Ferrari di pulau Sumba “bukan soal untung–rugi, dan atau soal benar–salah, tulis Deddy F. Holo dalam opininya, yang dilansir waingapu.com, tetapi jika kita menelaah lebih jauh apa yang menjadi dasar tim Ferrari hadir adalah untuk mempromosikan merk mobilnya berlatar pulau Sumba agar lebih diminati para penggemar otomotif disamping itu menurut “versi para pegiat pariwisata” bahwa kehadiran Ferrari dapat membantu mempromosikan pulau Sumba kepada dunia luar. Bukan menolak, tetapi perlu juga mempertimbangkan aspek kultur sosialnya.

Kemudian pertanyaan muncul apa yang diberikan Ferrarri kepada masyarakat saat mengunjungi tempat wisata di pulau Sumba, apakah hanya sebatas foto-foto, dan apakah ada biaya iklan atau kontribusi Ferrari saat memasuki beberapa tempat wisata dan melakukan sesi foto seperti yang terjadi di kampung Prai Ijing, Ratenggarokepada masyarakat sekitar? Jika asumsi kita hanya ingin prestise dari hadirnya Ferrari yang katanya akan mempromosikan wisata Sumba, saya rasa dampak langsungnya terhadap masyarakat belum ada dan masih hanya sebatas foto bersama berlatarkan panorama Sumba. Ini yang perlu kita cermati dan kritisi dampak sosial ekonominya dengan hadirnya brand/merk mahal yang mengeksploitasi potensi Sumba.

Budaya serta potensi pulau Sumba sebenarnya bila dimaknai secara folosofinya bukanlah pertunjukan “Topeng Monyet” dieksploitasi tanpa rasa kemanusiaan lalu mendapatkan bayaran yang tidak setimpal atau pun tidak dibayar alias GRATIS. Begitu pun saat ini yang dilakukan oleh para oknum pelaku pariwisata bahwa begitu “murahnya”Pulau Sumba dimanfaatkan demi brand/merk yang tidak memberikan dampak sosial, budaya dan ekonomi secara langsung kepada masyarakat sekitar. Lalu kita dengan bangganya memuji brand/merk tersebut karena berlatar Sumba. Ini sedikit keliru, kita harus mulai berbenah diri untuk pariwisata yang bukan sekedar “Topeng Monyet”.

 

(Sumber : waingapu.com)

Komentar