oleh

Nasib Siswa dan Guru SDN Naibonat di Bawah Plafon Rusak

RADARNTT, Kupang — Keadaan miris terlihat jelas manakala para siswa dan guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Naibonat melakukan aktifitas belajar mengajar dan aktifitas sekolah lainnya di bawah naungan plafon ruangan yang hampir roboh.

Bagaimana nasib siswa dan guru apabila sewaktu-waktu plafon tersebut roboh? dan siapa yang akan bertanggung jawab?

Pantauan media ini beberapa waktu kemarin di SDN Naibonat, Kabupaten Kupang, terlihat ada beberapa ruangan yang plafonnya hampir roboh.

Ruangan perpustakaan yang juga sekaligus ruangan kelas, ruangan guru dan beberapa ruangan kondisi plafonnya dalam keadaan rusak berat.

Selain plafon ruangan, kondisi tembok sejumlah ruangan juga sudah tidak kuat lagi dan beberapa bagian tembok ruangan mulai terkelupas dan jatuh dalam bongkahan-bongkahan besar.

Ditemui media ini, Kepala Sekolah SDN Naibonat, Simon Anunu, S.Ag., M.Pd., mengatakan sekolah yang berdiri sejak tahun 1964 dan baru sekitar tahun 1970-an dibuat secara permanen ini baru direhap terakhir pada tahun 2012. Ada beberapa ruangan yang baru didirikan pada tahun 2000 dan belum pernah direhap.

Beberapa ruangan yang baru dibuat tahun 2000 dan belum pernah di rehap sehingga plafonnya rusak antara lain ruang kepala sekolah, ruang guru dan ruang perpustakaan yang juga sekaligus di fungsikan sebagai ruang kelas.

“Yang plafonnya rusak, fisiknya sangat memprihatinkan dan oleh karena itu di triwulan ke 4 RABS BOS baru akan saya rehap. Hanya cukup buat plafon saja karena itu rehap ringan dan anggaran yang ada sebesar 8 juta rupiah,” ujarnya.

Sedangkan untuk gedung sekolah yang direhap terakhir menggunakan dana DAK pada tahun 2012 yang lalu, pihak sekolah tidak memiliki dana untuk melakukan rehap, karena menurutnya sesuai petunjuk teknis BOS itu hanya bisa rehap ringan dan tidak bisa rehap berat.

“Tembok yang rehap terakhir 2012 ini memang sekarang semennya tidak bisa merekat lagi dengan tembok. Kita lihat tembok sudah mulai bolong-bolong. Sudah mulai runtuh dan memang bahaya sekali terutama yang plafon-plafon itu hampir seluruh ruangan kelas ini plafon tidak bertahan lagi dan ini sangat berbahaya untuk keamanan anak-anak sekolah dan soal kenyamanan juga proses belajar mengajar di SDN Naibonat ini,” ungkapnya.

Menurut Simon, pihaknya sudah pernah membuat permintaan ke dinas pada tahun lalu dan dari laporan itu pihaknya diarahkan menemui salah satu guru di Kupang Barat.

“Mereka bilang kalau yang bisa tender itu pakai satu salah satu guru yang ada di Kupang Barat, mereka itu yang biasa langsung lapor ke kementerian untuk bisa dapat prioritas untuk dapat bantuan seperti ini,” jelasnya

Terkait guru itu, jelasnya, semacam tim khusus DAK yang akan menginventarisir sekolah-sekolah yang diprioritaskan untuk dapat dana DAK.

“Tapi saya dengar bilang karena SDN Naibonat itu dianggap masih bisa dipakai dan masih layak, jadi mereka masih sementara kasih untuk sekolah lain,” jelasnya

Sementara, lanjutnya, kondisi gedung sekolah bisa dilihat sendiri seperti ini dan sangat memprihatinkan. Terutama sangat berbahaya untuk anak-anak.

“Ya sekolah ini kalau misal dilihat itu sudah masuk dalam kawasan jantung Kota Kabupaten Kupang, tapi kondisinya seperti ini,” lanjutnya

Simon mengharapkan kiranya Pemerintah Kabupaten Kupang dapat memberikan perhatian kepada sekolah ini terutama soal gedung sekolah yang rusak. (ND/RN)

Komentar