oleh

Oknum Pelaku Pembalakan Hutan di Desa Kotafoun Tidak Punya Status Kependudukan

RADARNTT, Kefamenanu – Salah satu oknum yang ikut melakukan pembalakan liar hutan di Desa Kotafoun, Kecamatan Biboki Anleu, atas nama Marsel Moruk tidak punya status kependudukan yang jelas dan saat ini telah menghilang.

“Marsel Moruk yang lakukan penebangan di hutan tersebut, status kependudukannya tidak jelas dan dia sekarang menghilang dari sini,” ungkap Kepala Desa Kotafoun, Yohanes Manek kepada media ini melalui sambungan telpon.

Yohanes menjelaskan bahwa oknum tersebut tinggal karena menikah di desa tersebut, tetapi untuk segala jenis identitasnya belum jelas sebagai warga di Desa Kotafoun.

“Ya, dia (oknum,-red) datang nikah dengan orang di sini dan dia salah satu oknum yang tebas juga,” jelasnya

Terkait keberadaannya, Kepala Desa Kotafoun sampai saat ini tidak mengetahuinya. Sebagai kepala wilayah setempat dirinya juga terkesan pasrah menunggu kepulangan oknum tersebut untuk dimintai pertanggungjawabannya.

“Coba dia ada di sini kita panggil dia dan cari tahu dia disuruh oleh siapa. Hanya sekarang dia tidak ada di sini,” ujarnya pasrah.

Sebelumnya, Masyarakat Desa Kotafoun sempat melakukan komunikasi untuk mencari keadilan terkait pembalakan liar (Ilegal logging) yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab di lokasi hutan adat yang ada di desa tersebut.

“Kami sudah lakukan pertemuan dengan pemerintah Provinsi dan pihak Polda NTT serta sudah lakukan komunikasi dengan dinas-dinas terkait untuk mengawal masalah ini,” ungkap Dominikus Fahik salah perwakilan yang ditemui media ini di Kupang, Rabu, (4/9/2019).

Aksi pembalakan liar ini terjadi di 2 lokasi yakni Wehudi dan Weain, Desa Kotafoun, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara, dan dilakukan oleh oknum atas nama Wandelinus Moruk, Efodius Taek, Kasmir Tnesi, Maria Goreti Lotuk dan Marsel Moruk.

“Lahan yang dibabat di 2 lokasi ini luasnya sekitar 5 hektar dan penebasan ini dilakukan di lokasi yang sudah kami jaga turun temurun,” ungkapnya

Menurutnya aksi pembalakan liar ini sudah dilaporkan ke Kepala Desa Kotafoun dan sudah ada penyelesaiannya, namun hasil keputusan di tingkat desa diabaikan oleh oknum pelaku tersebut.

“Para oknum ini tidak mau ambil pusing untuk mematuhi hasil keputusan dari pemerintah desa, malah kami ditantang untuk menempuh jalur hukum ke kepolisian,” jelasnya. (ND/RN)

Komentar