oleh

Pejabat Eselon III Pemda Alor Aksi Mesum di Kuburan

-Alor, Daerah, Hukrim-2.510 views

RADARNTT, Kalabahi – Tuntutan hasrat seksual yang tinggi dapat memotivasi orang untuk berbuat hal-hal buruk dan bertindak ibarat seekor binatang yang menyalurkan hasrat seksualnya tanpa memperhatikan Tempat, Waktu dan Siapa Pasangannya.

Sebagaimana dilakukan oleh salah satu Pejabat eselon III Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Alor berinisial SS (54 Tahun) yang dipergoki sedang bercinta bersama seorang Siswi Kelas dua SMA di Kota Kalabahi berinisial DN (17 Tahun).

Sebenarnya tidak ada persoalan karena dilakukan atas dasar persetujuan bersama. Namun, yang jadi soal adalah tempat percintaannya, bukan di tempat yang layak seperti hotel atau kos-kosan, tetapi dilakukan dalam area Pekuburan terhadap remaja di bawah umur.

Berdasarkan keterangan sejumlah sumber kepada radarntt.co terungkap bahwa, awalnya SS mengajak DN bertemu dengan maksud memberikan uang jajan. Ajakan yang disampaikan melalui telepon genggam (Hand Phone) tersebut disetujui oleh DN.

Singkat cerita mereka berdua janjian bertemu di simpang tiga depan Toko Oriental. Setelah bertemu, SS tidak langsung memberikan uang yang dijanjikan tetapi mengajak DN ke Pekuburan Islam. Ajakan ini pun disambut baik DN, akhirnya mereka berdua pun langsung menuju ke pekuburan Islam dan terjadilah perbuatan mesum di tempat tersebut.

Ketika pertemuan mesum itu terjadi, Pejabat paruh baya ini tidak menyadari bahwa kehadiran dia bersama DN telah diketahui orang. Mungkin himpitan hasrat seksual yang melebihi batas sehingga tanpa mempertimbangkan layak atau tidaknya tempat pertemuan mesum tersebut, SS mengajak DN duduk di salah satu kuburan dan nekat berbuat mesum.

Menurut saksi kejadian, mereka melihat gelagat dua orang berlain jenis tersebut menjurus pada hal-hal yang melanggar kesusilaan sehingga saksi terus memantau gerak gerik SS dan DN.

Saat perilaku mereka sampai pada hubungan intim, Saksi bersama masyarakat sekitar lokasi langsung menangkap pasangan tersebut dan menggiring mereka ke rumah salah satu Ketua RT di Kelurahan Wetabua, Kecamatan Teluk Mutiara.

Namun, masyarakat menginginkan untuk diselesaikan oleh pihak berwajib maka kasus tersebut dilaporkan ke Polres Alor sehingga berselang beberapa menit Tim Polres Alor menjemput pasangan mesum tersebut. Setelah berada di Kantor, Polres Alor melakukan pengambilan keterangan dari SS dan DN serta pemeriksaan medis (Visum) terhadap DN di RSUD Kalabahi sekitar jam 12 malam.

Perilaku SS yang nota benenya Pegawai Negeri Sipil lingkup Pemerintah Kabupaten Alor tersebut secara tidak langsung telah mencederai harkat dan martabat Pegawai Negeri Sipil sebagai aparatur negara yang diberikan tugas dan tanggungjawab untuk melayani masyarakat sekaligus menjadi tokoh yang patut diteladani bukan ditelanjangi.

Untuk itu, Bupati Alor Drs. Amon Djobo sebagai Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten Alor kepada wartawan (Jumat, 6 Desember) menegaskan, Ia telah mencopot SS dari jabatan Kepala Bidang dan telah memerintahkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Alor Drs. Sony Alelang untuk memeriksa SS karena telah melanggar Kode Etik Pegawai Negeri Sipil.

“Saya sudah perintah Pak Soni sebagai Kepala BKPSDM untuk periksaDia. Saya sudah tandatangani Surat Keputusan nonjobkan dia dari jabatan struktural”, ujar Bupati Alor.

Untuk proses hukum, Mantan Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Alor secara tegas mengatakan tidak mencampuri proses hukum yang sementara ditangani Polres Alor. Proses hukum merupakan kewenangan Polres Alor, jika terbukti bersalah maka yang bersangkutan (SS) harus menerimanya.

Terkait proses hukum SS, Kapolres Alor AKBP Dermawan Marpaung, SI.K., M.Si melalui Wakapolres Kompol M. Arief Sadikin, S.H. kepada Wartawan, Kamis 5 Desember 2019 di ruang kerjanya mengatakan, akan disampaikan setelah hasil gelar perkara dan pemeriksaan saksi-saksi oleh penyidik Polres Alor. (Radho/TIM/RN)

Komentar