oleh

Pembukaan Pra Sidang Raya Pemuda PGI Berjalan Aman dan Lancar

RADARNTT,Waikabubak Kegiatan pembukaan Pra Sidang Raya Pemuda PGI di Waikabubak tepatnya di lapangan Manda Elu Kabupaten Sumba Barat-NTT berjalan lancar dan aman, Sabtu (02/11/2019) sore.

Kegiatan pra sidang raya diawali dengan tarian Woleka yang dibawakan oleh 300 peserta dan Kataga di bawah asuhan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat, serta Ibadah Pembukaan yang dipimpin oleh ibu Pdt. E. N. Bora, S.Si.,Teol.

Kegiatan Pra Sidang Raya PGI ini ditabiskan secara resmi oleh Ketua PGI ibu Pdt. Dr. Henriette T. Huttabarat-Lebang dan juga dibuka secara resmi oleh Pemerintah Provinsi melalui Staf Ahli bidang pemerintahan dan politik di lapangan Manda Elu yang diikuti oleh 3000-an Pemuda Gereja yang terdiri dari 34 Provinsi se-Indonesia.

Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henriette T. Hutabarat-Lebang mengatakan, bahwa pemuda gereja adalah bagian dari masyarakat, bangsa dan negara. “Masa depan bangsa ada di tangan pemuda saat ini,” katanya.

Oleh karena itu, sambung Pendeta Hutabarat,  peningkatan SDM menjadi perhatian kita bersama, menjadi perhatian gereja, menjadi perhatian pemerintah sebagaimana dicanangkan Presiden RI mengenai pentingnya pengembangan SDM di masa-masa yang akan datang.

“Sehingga generasi muda mempunyai kekuatan, komitmen, karakter yang sungguh-sunguh memberikan dirinya demi pembangunan bangsa untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya

Lebih lanjut Hutabarat, menegaskan saat ini kita menghadapi banyak pergumulan, tapi kita percaya bahwa Allah adalah yang awal dan yang akhir akan selalu menyertai kita.

Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole, dalam sambutannya mengatakan bahwa para tamu undangan yang hadir saat ini, dari Sabang sampai Merauke, kiranya dapat menemukan generasi baru selama berada di tanah Pada Eweta Manda Elu dan pulau Sumba pada umumnya.

“Terimalah salam kasih dari masyarakat Sumba Barat, ketika bapak/ibu tamu undangan dari berbagai daerah menginjakkan kakinya ke pulau Sumba, terkhususnya di Sumba Barat adalah bagian dari satu keluarga besar Sumba Barat,” tandasnya.

Nikmatilah alamnya, kenalilah budayanya, belajarlah tentang orang Sumba Barat dan rasakanlah sentuhan kasih orang Sumba Barat yang sangat menjunjung tinggi dan memegang teguh hidup persaudaraan, ajak Bupati Dapawole

Gubernur NTT Staf Ahli bidang Pemerintahan dan Politik Provinsi NTT, Drs. Samuel Pakereng mengatakan, “pemuda peserta yang hadir saat ini, untuk terus mengangkat pariwisata NTT, jadilah juru bicara bagi pemerintah NTT jika kembali nanti ke sinode masing-masing.

“Jangan lupa menceritakan keadaan NTT saat ini. Saat ini NTT sebagai Nusa Tertinggi Toleransi, karena semua pendatang yang berkunjung di daerah ini, semua umat beragama bebas menjalankan ibadahnya sesuai ajaran agamanya”, ungkap Samuel Palereng.

Samuel juga mengajak pemuda NTT mari saling menghargai dan menghormati. Pemuda yang memiliki karakter yang tangguh adalah pemuda yang memiliki moral yang baik dan berintegritas. “Pemerintah NTT mengharapkan dukungan dan kerja sama dengan pihak gereja, agar program-program pemerintah dapat berjalan dengan baik,” harapannya.

Kegiatan Pra Sidang Raya PGI mengangkat Tema “Aku Adalah Yang Awal dan Yang Akhir” dengan Sub Tema: “Bersama Seluruh Pemuda, Gereja Memperkokoh NKRI yang Demokratis, Adil dan Sejahtera bagi semua Ciptaan Berlandaskan Pancasila dan UUD 1945”.

Pertemuan Raya Pemuda Gereja (PRPG) adalah sebuah wahana bagi perjumpaan kaum muda Gereja di Indonesia dalam merayakan gerakan Oikumene. Dalam perayaan tersebut terkandung muatan persekutuan Oikumenis, sebagai ajang pemuda berbagi pengalaman, pengetahuan, pergumulan dan keyakinan dalam kehidupan di gereja, masyarakat, dan bangsa.

Karena itu sebagai wadah dalam merayakan gerakan Oikumene maka sudah seharusnya wujud persatuan dalam tubuh Kristus akan terjadi dalam perjumpaan yang bersejarah bagi kaum muda mulai dari Sabang sampai Merauke.

Kegiatan Pra Sidang Raya PGI di Kabupaten Sumba Barat berlangsung selama 4 hari sejak tanggal 2 hingga 5 November 2019. (AG/RN)

Komentar