oleh

PT. Flobamor Harus Alihkan Dana 2 M ke Bank NTT

RADARNTT, Kupang – Penempatan dana sebesar Rp. 2 miliar lebih oleh PT. Flobamor pada Bank BRI harus dialihkan ke Bank NTT, mengingat hutang PT. Flobamor pada Bank NTT sebesar Rp. 8,848 miliar lebih sedangkan tidak ada hutang PT. Flobamor pada Bank BRI. Dengan demikian, PT. Flobamor secara tidak langsung telah mendukung percepatan pembangunan provinsi NTT.

Demikian hal ini ditegaskan anggota DPRD NTT Fraksi Partai NasDem, Welem Banggu Kalle, SE di Kupang belum lama ini.

“Penempatan dana sebesar Rp. 2 miliar lebih oleh PT. Flobamor pada Bank BRI sudah seharusnya dialihkan ke Bank NTT, karena selama ini ada kerjasama dan masih ada kewajiban pinjaman pada Bank NTT”, katanya.

Dia menjelaskan, berdasarkan laporan keuangan pada pencatatan neraca per 31 Desember 2018 PT. Flobamor memiliki kewajiban hutang pada Bank NTT sebesar Rp. 8,848 miliar lebih. Selain itu, lanjutnya ada penempatan dana sebesar Rp. 2 miliar lebih pada Bank BRI.

“Kondisi ini tidak wajar, ada indikasi pinjam uang dari Bank NTT dan disimpan di BRI, ini tidak benar”, tegasnya.

Selain untuk membiaya kegiatan, sambungnya, semestinya PT. Flobamor memiliki kas di Bank NTT untuk menyimpan dana.

Menurutnya dengan menempatkan dana di Bank NTT, PT. Flobamor secara tidak langsung telah mendukung percepatan pembangunan provinsi NTT.

Pakar Total Quality dan Operations Management, Vicent Gaspersz mendukung pengalihan penempatan uang Rp. 2 miliar lebih dari BRI ke Bank NTT, “Apa yang salah dengan penempatan uang Rp. 2 M di Bank NTT? Tidak ada yang salah. Saya setuju dan sah saja menempatkan uang di Bank NTT”, katanya.

Dikatannya tentang hutang BUMD ke Bank NTT adalah hal yang berbeda, karena menurutnya dalam akad kredit telah ada jaminan atau agunan dan itu berdasarkan penilaian lembaga penilai profesional dan apabila telah sesuai dengan peraturan perbankan, maka adalah sah.

Jadi, sambungnya tidak ada yang perlu dipermasalahkan dalam memindahkan penempatan dana dari BRI ke Bank NTT. (Tim/RN)

Komentar