oleh

PT. Pos Cabang Bajawa Pungut Biaya Pengiriman Berkas CPNS

RADARNTT, Bajawa – Aneh, ternyata ada pungutan biaya pengiriman berkas CPNS dari PT Pos Indonesia Cabang Bajawa menuju Kantor Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Ngada, yang hanya berjarak kurang dari 1 kilometer.

Pantauan media ini di Kantor Pos beralamat Jl. Soekarno Hatta. Sejumlah pelamar CPNS menunggu antrian dan pembayaran uang pengiriman berkas. Sabtu, (23/11/2019).

Diketahui, pungutan biaya tersebut sebesar Rp. 30.000 per pelamar CPNS tahun 2019. Berdasarkan informasi kisaran 500 Orang sudah terdaftar. Jadi, 500 x 30.000 sudah mencapai Rp. 15.000.000.

Salah satu pelamar CPNS Formasi Guru asal Bajawa berinisial RI kepada media ini membenarkan adanya pungutan biaya tersebut.

“Pungutan pengiriman berkas ini memberatkan kami sebagai pelamar. Tapi, mau bagaimana kami tinggal menjalani saja karena sudah ditetapkan seperti itu,” ungkap R I.

Kepala PT. Pos Indonesia Cabang Bajawa, Subur, membenarkan adanya pungutan biaya. Di bawah ini adalah hasil wawancara dengannya.

Wartawan RadarNTT : Apakah Benar Pak adanya pembayaran untuk biaya pengiriman berkas pak?

Pak Subur : Terkait itu memang benar, ada biaya pengiriman berkas CPNS.

Wartawan RadarNTT : Berapa Biaya pengiriman perpelamar CPNS Pak dan tarifnya sama bagi pelamar di tingkat Propinsi atau ke Kabupaten lain Pak.

Pak Subur : Iya Benar. Tarifnya sama yakni sebesar Rp. 30.000,00 per pelamar CPNS.

Wartawan RadarNTT : Apakah sudah ada koordinasi dengan Bupati Ngada Pak? Termaksud dengan besarnya biaya pak?

Pak Subur : Kami sudah koodinasi dengan Bupati untuk kerja sama dengan dia dan Bupati mendukung untuk membantu pegawai BK-Diklat. Namun dari kerja sama tersebut kami tidak menyampaikan adanya besar biaya pengiriman Pak.

Wartawan RadarNTT : Apakah dari pihak BK-Diklat sendiri mendukung dengan sistem kerja sama ini?

Pak Subur : Kalau itu, dari pihak BK-Diklat sendiri setuju karena ruangan tidak memungkinkan untuk terima.

Wartawan RadarNTT : Pungutan uang pengiriman sebesar Rp. 30.000,00. Terus, Tugas PT Pos Cabang Bajawa ini, selain kirim berkas terus apa saja yang perlu dikerjakan pak?

Pak Subur : Tugas kami selain mengirim berkas dan sebelum kirim kami juga pisahkan berkas berdasakan formasi yang dipilih pelamar.

Wartawan RadarNTT : Berkas pelamar CPNS ini yang sudah terkumpul ini, akan dikirim kemana pak?

Pak Subur : Berkas yang sudah terkumpul ini kami akan serahkan Kantor BK – Diklat Kabupaten Ngada Pak.

Wartawan RadarNTT : Apakah ada sedikit surat tertulis yang menunjukan hasil kerja sama dari Pihak Pemerintah Kabupaten Ngada dengan PT Pos Indonesia Cabang Bajawa Pak?

Pak Subur : Terkait itu, nanti langsung konfirmasi ke Kantor Pusat di Ende. Karena kami disini hanya cabang Bajawa saja Pak.

Wartawan RadarNTT : Kenapa harus mewajibkan pelamar mengirim berkas CPNS ini melalui Kantor Pos dan pelamar sendiri tidak membawa berkas ke kantor BK-Diklat Pak?

Pak Subur : Iya, karena kami dari perusahaan mencari terobosan. Bagaimana melihat peluang enak untuk menghasilkan di perusahaan. Jadi, kami mendekati dulu. Kalau tidak setuju. Kami juga tidak memaksa. Kita sama sama menguntungkan.

Wartawa RadarNTT : Pak menguntungkan dalam hal apa Pak? Apakah dari hasil yang diterima atau bagaimana Pak. Misalnya, pelamar 1. 000 orang x 30.000,00 = 30.000.000,00 baru dibagikan dua Pak?

Pak Subur : Kalau ini, tidak dibagi. Karena sistem ini langsung ke pusat yang tahu. Karena tarifnya 30.000 di pusat juga tahu 30.000.

“Menguntungkan itu terkait kerja sama. menguntukan untuk perusahaan bukan untuk pribadi”.

Sementara itu, dihubungi media ini melalui telepon, Kepala BK-Diklat Kabupaten Ngada Nikolaus Nono, mengatakan “tidak adanya pembayaran, saya juga baru tahu bahwa ada pembayaran dari Pak sendiri yang sampaikan ini”.

Hingga berita ini diturunkan, awak media terus berusaha mengkonfirmasi Bupati Ngada Paulus Soliwoa terkait sistem kerjasama dengan pihak PT. Pos Cabang Bajawa. (FX/RN)

Komentar