oleh

Ribuan ASN Kabupaten Alor di Pecat Bupati, Amapek Demonstrasi Ke Bawaslu NTT

RADARNTT, Kupang – Sejumlah masa Aliansi Masyarakat Alor Peduli Keadilan (Amapek) melakukan Aksi Demonstrasi di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada, senin 11/03.

Kordinator Aksi Kristo Kolimo ditemui media ini saat aksi berlangsung mengatakan, Aksi ini dilakukan bawasannya, ada 1.381 orang ASN Kabupaten Alor dimutasi dan dipecat oleh Bupati Alor Amon Djobo. Terkait dengan peristiwa tersebut, Amapek menilai Amon Djobo telah melakukan pelanggaran administrasi Pemilu Nomor 10 tahun 2016 pasal 71 ayat 2 dengan melakukan mutasi besar – besaran.

“Bagi kami melanggar aturan karena di undang – undang pilkada dan diperbawaslu itu, 6 bulan sebelum dan 6 bulan sesudah dalam proses pilkada tidak boleh melakukan mutasi maupun pemecatan terhadap ASN” Ucap dia.

Lebih lanjut dirinya mengatakan Berbagai upaya telah dilakan oleh Amapek dengan melaporkan hal tersebut ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Setelah memeriksa laporan, KASN mengeluarkan rekomendasi untuk mengembalikan 132 orang ASN dari Posisi semula.

“Bagi kami ini baru 10 persen dari 1.300. Jadi kami berjuang agar semuanya kembali”. Ucap Kristo.

Pantauan media ini, masa berkupul di jalan Eltari persis depan Kantor Gubernur NTT. Masa kemudian konfoi melewati jalan El – Tari menuju Kantor Bawaslu NTT dan melakukan orasi secara bergantian sambil membawa spanduk yang bertuliskan “Rhime In Peace Bawaslu NTT” dan Krangs Bunga yang juga bertuliskan “RIP Bawaslu NTT”.

Sesamapainya di Kantor Bawaslu NTT, masa kemudian diterima dan 10 orang perwakilan dari Amapek bertemu ke 5 orang komisioner Bawaslu NTT untuk beraudiens.

Dalam audiens bersama, salah seorang membacakan tuntutan Amapek yakni, “Bawaslu NTT untuk bertanggung jawab atas putusan terhadap dugaan pelanggaran pasal 71 ayat 2 nomor 10 tahun 2016 yang bertentangan dengan rekomendasi KASN dalam pembatalan SK mutasi. Selain itu meminta Bawaslu NTT untuk melakukan Kalarifikasi dan permohonan maaf kepada masyarakat Alor atas semua keputusan yang dikeluarkan selama penanganan kasus mutasi dan pemecatan ASN dalam proses Pilkada”.

Setelah melakukan dialog bersama, Komisioner Bawalu NTT melakukan rapat internal dan kembali menyampaikan pernyataan sikap atas tuntutan Amapek. Peryataan Sikap yang disampaikan oleh Ketua Bawaslu NTT Thomas M. Djawa atas tuntutan demonstrasi pada prinsipnya tidak mengindahkan apa yang menjadi harapan Amapek, 10 orang perwakilan Amapek merasa kecewa dan perlahan meninggalkan ruangan audiens.

“Kami sangat kecewa dengan sikap Bawaslu NTT” ujar salah seorang perwakilan Amapek lalu meninggalkan ruangan.

Aksi demonstrasi dengan masa berjumlah kurang lebih 50 orang ini, berlangsung sekitar pukul 10:00 hingga 16:00 Wita dan dikawal oleh aparat kepolisian. (Ses/RN).

Komentar