oleh

Satbrimobda NTT Menggelar Sidang BP4R

RADARNTT, Kupang – Bertempat di Ruang Rapat Satbrimobda NTT telah dilaksanakan sidang Badan Pembantu Penasehat Perkawinan Perceraian dan Rujuk (BP4R) atas permohonan izin kawin terhadap 6 ,(enam) anggota Satbrimobda NTT yaitu dari Den Gegana, Kompi 1 dan Kompi 2 Yon A Pelopor serta Kompi 2 Yon B Pelopor pada Kamis 20 Juni 2019 sekitar pukul 09.00 Wita.

Sidang dipimpin oleh Dansat Brimobda NTT dan dihadiri oleh Danyon A Pelopor, Pjs Den Gegana, Kasi Renmin, Kasi Provost, Danki dan Ketua Bhayangkari Cabang beserta Pengurus juga 6 pasangan calon mempelai yaitu Bripka Yappie & Elibertha, Brigpol Felix & Maria, Briptu Yohanis & Erlin, Briptu Rafael & Omega, Briptu Yandri & Selvi dan Bharatu Christo & Katarina.

Sebelum dimulainya sidang dilakukan pengecheckan berkas dan orang tua dari masing-masing calon pasangan dengan maksud agar kedua orang tua dapat menyaksikan keabsahan sidang dan saling menyetujui dilakukannya perkawinan secara dinas sehingga tidak bermasalah dikemudian hari.

Dalam sambutannya Kbp Deonijiu De Fatima, S.I.K., S.H menyampaikan berbagai nasehat yakni anggota Brimob harus bebas dan tidak ada tersangkut dengan masalah, fungsi Provost memberikan pernyataan dalam sidang, “anggota yang sudah membuat keputusan Nikah, berarti sudah harus siap dari sisi mental dan materi, harus mampu menjaga hubungan rumah tangga yang harmonis, Kesakralan Perkawinan melalui Tata cara Agama masing- masing itu yang paling penting serta kesetiaan dalam perkawinan, tidak ada yang melirik wanita lain apalagi memiliki wanita lain yang tidak syah secara hukum dinas dan agama”.

Selanjutnya, kata Deonijiu, anggota yang sudah menikah harus lebih baik lagi dan disiplin dalam Dinas karena sudah ada yang mengurusnya dirumah. Peran Istri harus mampu melayani suami dengan baik. Mensyukuri penghasilan Suami sebagai anggota Brimob dan menerapkan pola hidup sederhana yang tertuang pula dalam Organisasi Bhayangkari.

Kemudian ujar Kbp Deoniijiu, pentingnya komunikasi dua arah, saling mendengarkan dan menerima kekurangan serta kelebihan merupakan tips kelanggengan rumah tangga. “Ingat bahwa Perkawinan yang sudah dipersatukan Tuhan Tidak Dapat Diceraikan Manusia kecuali Maut”, tegasnya.

Hal serupa ditambahkan oleh Danyon A Pelopor Kp Denis Leihitu, S.H., Para Kasi dan Danki serta Ketua Bhayangkari Cabang tentang bagaimana menjadi seorang Bhayangkari yang baik sudah di atur dalam aturan Organisasi Bhayangkari serta penjelasan tentang Atribut kelengkapannya.

Sidang dilanjutkan dengan penandatangan Berita Acara dan ditutup ketukan palu sebanyak tiga kali oleh Pemimpin Sidang.

Kegiatan berjalan tertib dan lancar.(Sumber: Rilis Satbrimobda NTT/RN)

Komentar