oleh

SDI Naimata Dan SDK Setia Kuasaet Gelar Workshop K13

RADARNTT, Kuapang – Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikkan serta memahami penyusunan perangkat pembelajaran berbasis K13, SD Inpres Naimata dan SDK Setia Kuasaet Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar workshop penyusunan perangkat pembelajaran selama tiga hari, yakni Tanggal 10-12 Juli 2019, hal ini disampaikan oleh ketua panitia penyelenggara Yolvina Elisabeth Bimusu saat menyampaikan laporan panitia pada acara pembukaan kegiatan di ruang kelas SD Inpres Naimata. Rabu, (10/07/2019).

Bimusu menambahkan terselenggaranya kegiatan ini didukung oleh beberapa konsep dasar yakni arahan sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, keputusan dewan guru dan pegawai SDI Naimata dan SDK Kuasaet serta hasil rapat panitia penyelenggara. Seluruh biaya kegiatan tersebut dianggarkan dari Dana Oprasional Sekolah (BOS) dari kedua sekolah. Tujuan kegiatan tersebut, kata Guru senior SDK Setia Kuasaet itu, dengan adanya workshop ini memberikan pemahaman serta menambah kompetensi bagi tenaga pendidik dan kependidikan pada dua sekolah.

Sementara kepala sekolah SD Inpres Naimata sekaligus PLT SDK Setia Kuasaet Kota Kupang Yovita Lakteu, S.Pd menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setingginya kepada nara sumber yang telah bersedia untuk membagikan pengetahuan terutama memberikan pemahaman soal penyusunan perangkat Pembelajaran K13.

Kepsek Yovita meminta kepada seluruh  guru dan pegawai  kedua sekolah tersebut yang berperan sebagai peserta dalam kegiatan workshop  agar mengikuti secara serius sehingga kegiatan menjadi acuan dan bisa mengimplementasikannya kepada peserta didik.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Okto Naitboho, melalui Pengawas Binaan SD/MI kecamatan Maulafa, Yonathan Lena Djila menjelaskan Perangkat pembelajaran merupakan sejumlah bahan, alat, media, petunjuk dan pedoman yang akan digunakan dalam proses pembelajaran atau digunakan dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Pasalnya kegiatan ini  merupakan kegiatan yang direncanakan, dilakukan dan sheringi bersama oleh kelompok, maka perlu disadari keberhasilan dan kegagalan PBM adalah tanggung jawab bersama semua anggota kelompok. Oleh karena itu tujuan utama penyusunan perangkat pembelajaran adalah agar segala sesuatu yang telah direncanakan bersama dapat tercapai.

Peserta Worshop Antusias terhadap materi yang dipaparkan

Selain itu, dirinya juga menjelaskan pembelajaran juga suatu proses untuk mengembangkan potensi siswa, baik potensi akademik, potensi kepribadian dan potensi sosial ke arah yang lebih baik menuju kedewasaan. Dalam proses ini diperlukan perangkat pembelajaran yang disusun dan dipilih sesuai dengan kompetensi yang akan di kembangkan. Maka tidak heran kalau dirinya menyebut guru adalah orang yang paling hebat dibawa kolong bumi, alasan sebut guru sebagai orang terhebat lantaran kesuksesan semua orang merupakan hasil karya guru,” kita sebagai guru harus bangga orang sukses seperti pejabat tinggi Negara, dan kesuksesan lainnya, itu kan hasil didikan guru juga sehingga menjadi guru jangan pernah lelah dengan profesi ini. Ungkap Yonathan.

Lebih jauh dikatakannya, pada dasarnya perangkat pembelajaran  tidak berbeda dengan perangkat pembelajaran yang biasa disiapkan oleh masing-masing guru di sekolah. Namun karena pembelajaran dalam program yang dirancang untuk keperluan peningkatan pembelajaran yang inovatif dan melibatkan kelompok guru serta dimungkinkan untuk dijadikan sebagai ajang penelitian tindakan kelas, maka dalam perencanaannya perangkat pembelajaran harus disusun bersama (kelompok guru), secara seksama, sistematis dan terukur.

“Saya berharap para peserta harus ikuti secara baik dan serius apa yang disampaikan oleh nara sumber, dengan demikian apa yang diharapkan oleh pihak sekolah bisa tercapai terutama meningkatkan pembelajaran yang inovatif.” Tutup Yonathan, sekaligus membuka kegiatan tersebut dengan resmi.

Peserta yang hadir adalah guru dan pegawai SDI Naimata dan SDK Setia Kuasaet, serta Koordinator Pengawas Kacamatan Maulafa Aurora De Castro Guterres, S.Pd sebagai pemateri pada kegiatan tersebut. (Tim/RN)

Komentar