oleh

Unik !! Dapat Nilai Merah, Guru Ini Hukum Siswanya Pungut Sampah Plastik

RADARNTT, Kupang – Memberi sangsi atau hukuman kepada siswa sekolah dasar jika mendapat nilai yang tidak sesuai dengan kriteria ketuntasan menjdi sebuah pertimbngan secara matang, kalau yang selama ini guru mencubit siswa maka, gurunya dapat nilai teguran atau membuat pernyataan dikepolisian, namun bedah dengan apa yang dilakukan oleh Yestry Elroy Lodoh Guru Honor SD Inpres Naimata kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menfaat siswa untuk kreatif memungut sampah plastik apa bila mendapat nilai merah.

Guru yang diakrab Yesry ini mengajar kelas IVB pada sekolah tersebut, saat dijumpai media ini Rabu, 13/03/2019,menjelaskan kalau dirinya memilih sangsi atau hukum siswanya dengan memungut sampah plastik atau membersihkan ruang kelas bagi siswa yang mendapat nilai merah saat latihan soal ataukah pekerjaan tugas rumah,” ya saya berikan sangsi ini lebih efektif ketimbang memcubit anak dan pengalaman selama mengajar mencubit akan menjadi sesuatu yang tidak merubah perilaku anak, bahkan ini akan membuat anak tamba bandel.”tutur Yesry

Ia juga mengaku menyuru anak pungut samapah disekolah  itu sudah menjadi rutinitas yang dilakukan oleh setiap guru, bahkan dirinya sejak mengajar sebagai tenaga guru honor di SDI Naimata juga lakukan hal itu, namun ide menjadikan pungut sampah dan bersihkan kelas sebagi sanksi bagi siswa yang dapat nilai merah, itu dilakukannya sejak diberi tanggungjawab oleh Kepala sekolah sebagai walikelas IV B pada sekolah tersebut.

Kata guru muda berdarah Rote ini, selain memberi sanksi kepada siswa yang dapat nilai merah ternyata siswa yang memperoleh nilai memenuhi kriteri ketuntasan diberi mandat sebagai pengawas atau mandor bagi rekan mereka yang pungut sampah atau bersihkan kelas.

“ awalnya saya hanya lakukan cara ini cuma sekedar iseng saja, namun ketika kesringan ternyata ada dampak posetif yang saya amati, seperti peserta yang nilai bagus akan bertambah dan yang nilai merah berkurang, dan kadang hal ini mereka jadikan ajang perlombaan, bahkan saling ijek, sehingga membuat mereka semangat untuk mengejar nilai baik.” Jelas Yesry

Selain berpacu dalam mengejar nilai yang bagus, lingkungan sekolah juga sedikit demi sedikit jadi bersih, apalagi sampah plasti yang menjadi dominan sampah sekolah membuat wajag sekolah jadi romol. Yesry berikan sanksi ini kepada siswanya ternyata sama sekali tidak mengganggu  aktivitas KBM dikelas, pasalnya hal ini dilakukan usai pelajaran dikelas atau saat jam sebelum pulang sekolah.

Diakuinya menghadapi karakter siswanya cukup sulit, namun sebagai guru harus banyak metode pembelajaran yang bisa kita terapkan, apalagi usia bermain yang masih cukup tinggi maka ketika diisi dengan sangsi yang bernuansa bermain tapi bernilai edukasi, mereka juga melakukannya dengan senang hati dan sejauh ini sudah mulai ada perubahan secara perlahan soal peningkatan kemampuan anak belajar dan memperoleh nilai saat kerja latihan soal (Tim/RN)

Komentar