oleh

4 Jam Terjang Ombak Besar, Cerita Bhabinkamtibmas Bawa Surat Suara ke Pulau Komodo

RADARNTT, Labuan Bajo – Setelah empat jam berjuang menghadapi ombak besar dalam perjalanan dari Labuan Bajo menuju Pulau Komodo, Bhabinkamtibmas Desa Komodo, bersama Babinsa, Ketua PPS, Sekretaris PPS, Panwaslu Desa Komodo, dan Panwaslu TPS akhirnya tiba di Pelabuhan Desa Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (07/12/2020) sekitar pukul 17:15 Wita.

Mereka mengantar logistik kebutuhan Pemilu ke pulau terluar Kabupaten Manggarai Barat, NTT yang berbatasan laut dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Logistik yang dimasukkan dalam tiga kotak tersebut diangkut dengan menggunakan Kapal Kayu milik Masyarakat yang ukurannya tidak terlalu besar.

Ketua PPS Desa Komodo Lutfi menuturkan, normalnya perjalanan hanya membutuhkan waktu tempuh dua jam.

“Tapi karena ombak besar sehingga sampai empat jam,” kata Lutfi.

Selain itu kata Lutfi, beberapa kali kapal harus berhenti di tengah ombak besar lantaran mengalami masalah di bagian mesin.

Lutfi menambahkan, di dalam perahu ada dua perwakilan PPS Desa Komodo, dua perwakilan Panwaslu Kecamatan Komodo, satu dari Babinsa (TNI), dan satu dari Bhabinkamtibmas (Polri) serta satu orang Kapten Kapal.

“Kami pasrah saja, tergantung yang membawa Kapal saja,” ujarnya.

Bhabinkamtibmas Desa Komodo Bripka Anhar mengatakan, ombak memang sangat besar karena angin di lautan dan sempat hujan.

“Angin cukup besar, bahkan kami sempat basah semuanya,” ungkapnya pada Minggu (13/12/2020) kemarin.

Namun, semua logistik aman tidak terkena air laut karena kotak sudah dibungkus menggunakan plastik dan terpal.

Menurut Bripka Anhar, Kapal sempat hendak balik arah karena ombak sangat kencang. Namun, rencana itu urung dilakukan karena sudah niat dan tugas yang harus dilakukan.

Ia mengatakan, Di dalam kotak suara yang dibawa terdapat 1.182 lembar surat suara untuk TPS 01 Kampung Lama sebanyak 453 lembar, TPS 02 Kampung Baru 380 lember dan 349 lembar untuk TPS 03 Kampung Tengah. Ada pula logistik, termasuk formulir, kelengkapan TPS, dan logistik lainnya.

Saat tiba di pelabuhan, jelas Bripka Anhar, mereka disambut oleh warga Desa Komodo. Kotak dan logistik termasuk surat suara disimpan di Kantor Desa Komodo untuk selanjutnya didistribusikan ke tiap–tiap TPS yang ada di Desa Komodo.

Menanggapi hal itu, Kapolres Manggarai Barat AKBP Bambang Hari Wibowo, melalui Kapolsek Komodo IPTU Firamuddin, menuturkan untuk mencapai Desa Komodo, Kecamatan Komodo harus berjuang menghadapi ombak besar.

“Apalagi dengan cuaca sekarang ini yang sulit diprediksi. Hal ini karena letaknya yang berada di Pulau Komodo, sehingga harus menggunakan Kapal untuk mencapai wilayah setempat,” tutur IPTU Firamuddin.

Ia mengatakan, Bhabinkamtibmas Desa Komodo Bripka Anhar bersama Babinsa beserta Anggota PPS dan Anggota Panwaslu mengangkut logistik menggunakan Kapal Kayu milik Masyarakat. Selain itu, mereka harus berjuang menghadapi ombak besar dengan angin kecang serta arus laut di musim hujan.

Meski tidak mudah, diakui IPTU Firamuddin, hal ini menjadi wujud tanggung jawab serta dukungan dari Polres Manggarai Barat untuk menyukseskan jalannya Pilkada serentak 2020 yang diselenggarakan pada 9 Desember 2020 kemarin.

Meski dalam kondisi yang sulit, pendistribusian logistik Pilkada harus sampai ke tempat tujuan, berangkat pukul 13.00 Wita dan tiba di Desa Komodo sekitar pukul 17.15 Wita atau menempuh perjalanan selama empat Jam.

“ini sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus dukungan dalam upaya suksesnya Pilkada Manggarai Barat Tahun 2020,” tutup Kapolsek Komodo. (TIM/RN)

(Sumber: Rilis Humas Polres Manggarai Barat)

Komentar

Jangan Lewatkan