oleh

426 Pengawas Pilkada Sumba Barat Jalani Rapid Test

RADARNTT, Waikabubak – Menjelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat pada 9 Desember 2020 mendatang, Bawaslu Sumba Barat bekerjasama dengan Klinik Sinar Kemuliaan Waikabubak, melakukan Rapid Test terhadap Pimpinan Bawaslu Sumba Barat dan jajaran serta para Pengawas Adhock, sebanyak 426 orang dilaksanakan selama dua hari, Jumat 27 hingga Sabtu 28 November 2020 di Kantor Bawaslu Sumba Barat.

Rapid Test ini digelar guna untuk memastikan Bawaslu dan jajaran Pengawas Adhock tidak menyumbang peningkatan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumba Barat.

Menurut Kordiv Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) pada Bawaslu Sumba Barat Oktavianus Malo,, yang ditemui media ini di ruang kerjanya Sabtu (28/11/2020), menerangkan bahwa Rapid Test yang dilakukan mulai dari kemarin hingga hari ini, merupakan perintah dari Bawaslu RI untuk mendukung pemerintah agar sama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Karena itu, Bawaslu Sumba Barat bekerjasama dengan Klinik Sinar Kemuliaan Waikabubak untuk memastikan para pengawas Adhock tidak ada yang reaktif. Kami juga harus memastikan kesehatan dan keselamatan itu di atas segalanya.

“Oleh karena itu, kami tidak ingin pada tanggal 9 Desember 2020 nanti, tidak ada pengawas baik Panwascam, PKD maupun pengawas TPS yang turut menyumbang peningkatan angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumba Barat ini,” terang Kordiv SDMO itu.

Lajut Malo, Sehingga dari kemarin hingga hari ini, kami melakukan Rapid Test mulai dari Bawaslu Kabupaten sebanyak 19 orang, Panwascam se-Kabupaten Sumba Barat 66 orang, PKD 74 orang dan Pengawas TPS 267 orang yang tersebar di enam kecamatan di kabupaten Sumba Barat. Total yang di Rapid Test yakni 426 orang. Hasil Rapid Test seperti apa, tinggal tunggu dari tim medis.

“Untuk mengurangi penumpukan saat Rapid Test, kami bagi dalam dua sesi, sesi pertama yaitu Bawaslu Kabupaten, Kecamatan Kota Waikabubak, Kecamatan Lamboya dan Kecamatan Laboya Barat. Sesi kedua hari ini untuk tiga Kecamatan, yaitu Kecamatan Loli, Kecamatan Tana Righu dan Kecamatan Wanukaka,”  tutur  Okta Malo, sapaannya.

Malo juga mengatakan bahwa apabila dalam perjalanan, hasil Rapid Test dari tim medis menunjukkan ada yang reaktif, maka kami melakukan pergantian antar waktu (PAW) bagi pengawas TPS.

Kordiv SDMO itu juga menjelaskan bahwa Pengawas TPS bisa melakukan tugas pengawasan yang sedang berjalan, karena para pengawas TPS sudah dilantik beberapa hari lalu menuju 23 hari pemungutan dan penghitugan suara di TPS berlangsung, sehingga Pengawas TPS turut mengambil bagian untuk melakukan tugas pengawasan sampai tanggal 9 Desember 2020. (AG/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan