oleh

67 Siswa SDK Kiutoko terima masker dan handscoon

-Daerah, TTU-572 views

RADARNTT, Kefamenanu — Di tengah situasi pandemi Covid-19, sebanyak 67 siswa Sekolah Dasar Katolik (SDK) Kiutoko di desa Nansean Timur, kecamatan Insana, Timor Tengah Utara dibagikan masker dan handscoon oleh Kepala Sekolah bersama staf guru, pada Senin, (4/5/2020).

Menurut Kepala Sekolah SDK Kiutoko, Petrus Sanan, S.Ag, aksi pembagian masker dan handscoon ini sebagai bentuk kepedulian dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid-19, juga aksi ini sebagai tindaklanjut Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) dana BOS caturwulan pertama tahun anggaran 2020.

“Kegiatan ini kami adakan untuk mencegah penyebaran Covid-19 sekaligus menindak lanjuti RKAS dana BOS 2020 caturwulan pertama yang salah satu itemnya mewajibkan setiap sekolah penerima dana BOS untuk membantu pemerintah dalam hal ini pengadaan alat kesehatan seperti masker, handscoon dan juga handzanitiser untuk dibagikan kepada semua siswa. Tetapi hari ini kami baru bisa membagikan masker dan handscoen sedangkan handsanitizer belum kami bagikan kepada siswa karena stok belum tersedia dan penyedia di tempat2 penjualnya masih kekurangan stok seperti yang kami butuhkan,” kata Petrus kepada media ini.

Alat- alat kesehatan ini, lanjutnya, tujuannya adalah untuk membantu para siswa dalam kegiatan belajar dari rumah (study from home) agar mereka tetap menjaga kebersihan dan kesehatan.

“Selama ini kegiatan belajar para siswa dilaksanakan di rumah masing-masing dengan di pantau atau di dampingi oleh guru sekaligus memberi tugas bagi mereka sesuai kelasnya masing-masing. Meski kami di daerah terpencil yang sangat terbatas akses internet dan listrik namun kami tetap semangat untuk mendampingi para siswa kami dari rumah ke rumah,” tandas Petrus.

Pelaksanaan kegiatan pembagian masker dan hanscoen ini, tambah Petrus, dilaksanakan untuk menjawab pola pembelajaran di rumah yang diberlakukan saat ini dan akan terus berlanjut hingga 30 Mei 2020 sesuai dengan surat edaran Bupati Timor Tengah Utara tanggal 29 April 2020.

“Bagi siswa/i kelas VI yang sebenarnya melakasanakan USBN pada tanggal 11 Mei 2020 mendatang di tiadakan dan sebagai gantinya kami memberikan penilaian berdasarkan nilai rapor semester 7 sampai 11 dan nilai try out, ulangan harian serta nilai tugas selama pembelajaran di rumah (learning from home),” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh salah satu staf pengajar Robertus Fnini, menurutnya selama ini mereka sebagai staf pengajar SDK Kiutoko turut membantu pembelajaran para murid dari rumah ke rumah.

“Kami sudah melaksanakan pola pembelajaran dari rumah ke rumah dengan pengontrolan kami para guru sejak tanggal 6 April 2020 hingga saat ini dan akan terus berlanjut. Kami melaksanakan pengontrolan ini sebagai bentuk tanggung jawab kami sebagai pengajar sekaligus tanggung jawab mencerdaskan anak bangsa meski di tengah-tengah keterbatasan akses listrik dan keterbatasan lainnya,” kata Roby Fnini.

Untuk diketahui, SDK Kiutoko adalah salah satu Sekolah Dasar yang terletak di desa Nansean Timur, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Letak Sekolah Dasar ini di salah satu desa yang hari ini masih sangat jauh dari kata maju karena desa ini belum memiliki akses listrik apalagi internet sehingga mengharuskan dan menuntut kreatifitas para guru dalam mengembangkan pola belajar setiap siswa agar pandemi covid 19 tidak membunuh kecerdasan anak bangsa di SDK Kiutoko ini. (AS/ND/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan