oleh

Abraham Liyanto Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

RADARNTT, Kupang – Sebanyak 65 guru yang tergabung dalam PGRI Kota Kupang mendapat penyegaran kembali dalam sosialisasi tentang pemahaman nilai-nilai empat pilar kebangsaan.

Sosialisasi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika ini dilakukan oleh anggota MPR RI, Abraham Paul Liyanto di Aula DPD RI, Sabtu, (8/8/2020).

Sosialisasi ini dibuka oleh Ketua PGRI Kota Kupang, Aplonia Dethan lalu dilanjutkan dengan penyerahan buku secara simbolik oleh anggota MPR RI, Abraham Paul Liyanto kepada perwakilan guru yang ada.

Ketua PGRI Kota Kupang, Aplonia Dethan dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada anggota DPD RI karena atas perjuangan di tingkat pusat maka program sertifikasi guru tidak dihapuskan.

“Terima kasih buat Pak Paul karena berkat perjuangan bersama teman-teman PGRI di pusat akhirnya isu tentang sertifikasi yang akan dihapus dibatalkan,” ujarnya.

Perjuangan tersebut, menurutnya, dilandaskan atas dasar Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

“Kita punya Undang-Undang Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005 yang jadi pijakan kita,” tandasnya.

Abraham Paul Liyanto saat memulai sosolisasi menjelaskan sosialisasi Empat Pilar ini sangat penting buat masyarakat karena dengan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi banyak informasi yang kurang akurat.

Abraham dalam kesempatan tersebut juga mengatakan bahwa seiring dengan perkembangan jaman, empat pilar kebangsaan perlu disosialisasikan kepada seluruh warga masyarakat Indonesia saat ini, karena merupakan kewenangan MPR RI.

“Sosialisasi ini merupakan kewenangan kami dari MPR RI untuk memberikan pemahaman terkait empat pilar kebangsaan,” ujarnya.

Dirinya juga membeberkan bahwa sekarang adalah jaman dimana semua elemen diberi kebebasan dalam bertindak tanpa mengabaikan peraturan-peraturan yang ada.

“Situasi sekarang sudah merdeka, untuk itu nanti semua pendapat yang disampaikan akan dicatat oleh kami dan akan kami perjuangkan di tingkat pusat,” ujarnya. (DN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan