oleh

Agas Andreas : Lima Butir Pancasila dan Filosofi Orang Manggarai

-Daerah, Matim-1.108 views

RADARNTT, Borong –  Lima butir Pancasila sama dengan angka lima dalam filosofi orang Manggarai. Demikian ditegaskan Bupati Manggarai Timur Agas Andreas saat menjadi pembicara diskusi ilmiah talk show memperingati hari kesaktian Pancasila, di SMAN 3 Borong, Kamis (1/10/2020).

“Yang namanya nilai, definisi nilai itu adalah sesuatu yang penting. Karena dia penting, maka harus dipertahankan,” jelas Agas.

Bupati Agas mengatakan, Pancasila itu bersumber dari nilai nilai luhur bangsa ini secara subyektif dan sudah diakui secara kondisi obyektif dan di dalam Undang Undang Dasar 1945, terdiri dari lima butir Pancasila yang terdiri dari konsep- konsep kehidupan rakyat Indonesia. Lima butir Pancasila yang hampir sama dengan budaya orang Manggarai meyakini angka lima adalah angka keberuntungan.

“Kita orang Manggarai juga sangat erat dengan lima, dalam budaya Manggarai seperti filosofi, uma bate duat, mbaru bate kaeng, natas bate labar, wae bate teku, dan compang bate takung, ada juga sebutan sanda lima, lima lampek dan lain lain,” ucap Agas menambah.

Ia menegaskan bahwa budaya kritik dan demo, bukan budaya Manggarai. Apalagi kritik yang sampe frontal. Orang Manggarai memiliki hal semacam itu dan itu masuk dalam budaya Manggarai yang disebut cigu.

“Cigu adalah suatu budaya kita orang Manggarai yang bersifat kritis yang halus tetapi mengena. Biasanya cigu itu disampaikan dengan cara nenggo (menyanyi lagu syair adat bersifat kritis),” lanjut Agas.

Di tengah warga sekolah dan para undangan, Agas juga menyinggung kehebatan warga Manggarai khususnya warga Elar. Menurutnya, warga Elar sangat hebat danding cigu, ungkap Agas memuji.

“Selain lima filosofi adat itu, lima butir panca sila juga memiliki kesamaan dengan butir filosofi salem selat Sape, awon wae mikel, tacik’n lau, poco’n le dan Etan Mori agu Ngaran,” tutur Agas melanjutkan.

Di depan warga sekolah, Agas mengajak untuk mengisi kemerdekaan dan mengimplementasikan butir butir Panca sila dengan cara giat belajar.

Ia menegaskan bahwa alasannya mengatakan bahwa dirinya lebih menyebut budaya Manggarai, itu disebabkan karena secara wilayah administrasi negara, Manggarai dibagi tiga yakni Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur. Sedangkan kebudayaan, kita memiliki kebudayaan yang sama yakni kebudayaan Manggarai.

Kepada warga yang menghadiri acara talk show, Bupati Agas menyampaikan untuk mentaati protokol kesehatan Covid-19, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

“Mari kita menjaga, merawat, dan mempertahankan Pancasila dan mengisi kesempatan dengan belajar yang giat,” ajak Bupati Agas.

Diskusi ilmiah yang berlangsung di halaman sekolah tepatnya berpodium dibawah pohon kusambi pancasila, menghadirkan sejumlah nara sumber dari tokoh publik.

Selain Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, hadir pula tokoh publik antara lain Anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi PKB, Yohanes Rumat, Kepala Departemen Agama kabupaten Manggarai timur, Reginaldus S. Serang, Kepala Dinas Pendidikan Basilius Teto ikut hadir mengisi acara bergengsi di lembaga pendidikan yang dikepalai Konstantinus Eferson Rada. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan