oleh

Akun Facebook Yulyanti Deka dan Henny Kefi dilaporkan ke Mapolda NTT

RADARNTT, Kupang – Dua Akun Facebook atas nama Yulyanti Deka dan Henny Kefi dilaporkan ke Mapolda NTT pada Senin, (15/6/2020), atas dugaan penghinaan, pencemaran nama baik dan tudingan palsu.

Kedua Akun Facebook tersebut dilaporkan oleh Rudolfus Manlea, pemilik Akun Do Nanu yang menjadi saksi korban dalam laporan tersebut.

Laporan dari pemilik Akun Do Nanu yang Didampingi kuasa hukumnya, Edi Boni Mantolas, S.H, langsung diterima dengan Nomor laporan LP/B/243/VI/RES.1.24/2020/SPKT tertanggal 15 juni 2020.

Usai membuat laporan, kepada media, kuasa hukum pelapor mengatakan bahwa benar hari ini dirinya bersama kliennya telah membuat laporan polisi terhadap dua akun tersebut.

“Saya baru saja bersama klien selesai membuat laporan penghinaan, pencemaran nama baik dan tudingan palsu lewat medsos yang dilakukan oleh akun facebook Henny Kefi dan Yulyanti Deka,” ujar Edi Boni Mantolas.

Menurut Edi, kliennya merasa dirugikan atas tindakan kedua akun tersebut yang melakukan tindakan penghinaan, pencemaran nama baik dan tudingan palsu.

“Kita boleh berpendapat, mengeluarkan pikiran itu hak, tapi jangan lupa hak berpendapat dan mengeluarkan pikiran itu ada batasan, dan tidak seenaknya bilang klien saya adalah provokator dan tukang provokasi,” lanjutnya.

Pernyataan yang ditulis oleh kedua akun tersebut, jelas Edi, sudah melanggar UU ITE dan KUHP, yaitu Pasal 27 ayat 3 UU ITE dan KUHP Pasal 310 dan 311.

“Semoga laporan ini segera di proses, tadi klien saya langsung diperiksa. saya sampaikan apresiasi kepada penyidik Polda NTT yang cepat, ramah, tanggap dan profesional dalam menanggapi laporan kami,” ujarnya.

Untuk diketahui, kejadian ini bermula pada hari Selasa tanggal 9 Juni 2020, Akun Facebook atas nama Do Nanu memposting berita dari salah satu media daring dengan judul “Diduga Korupsi, Warga Laporkan Kades Kotafoun Ke Kejaksaan TTU” ke grup Facebook Desa Kotafoun-kecamatan Biboki Anleu-kabupaten TTU-Provinsi NTT-Negara Indonesia.

Lalu akun atas nama Yulyanti Deka ikut berkomentar menyinggung dan menanyakan kapasitas sang pemosting berita dalam desa tersebut. Dalam komentar selanjutnya terlihat akun atas nama Yulyanti Deka beberapa kali menggunakan kata Provokator kepada akun atas nama Do Nanu.

Selain itu, ada lagi akun atas nama Henny Kefi membagi postingan yang dibagikan oleh akun atas nama Do Nanu, ke dinding Facebook pribadinya dan disertai dengan kata “Dari dulu yang jadi tukang provokasi orang yang sama sah”. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan