oleh

Alor Timur Terancam Gagal Panen, Kades Mausamang Tertangkap Kamera Bawa Pestisida

-Alor, Daerah-2.776 views

RADARNTT, Kalabahi – Kecamatan Alor Timur yang berada pada ujung timur Pulau Alor, Kabupaten Alor mendapat sorotan Bupati Alor, Amon Djobo, ketika memantau langsung kondisi lahan masyarakat di tiga desa masing-masing Desa Maritaing, Kolana Selatan (Kolsel) dan Desa Tanglapui Timur, Sabtu (25/1/2020) siang hingga petang.

Mantan Camat Alor Timur di ruang kerjanya, Selasa, (28/1/2020) pagi mengatakan bahwa di Maritaing yang merupakan Ibukota Kecamatan, Naumang, ibu Desa Kolsel, dan Kobra, ibu Desa Tanglapui Timur terancam gagal panen karena tanaman masyarakat terserang ulat.

“Om, saya pada Sabtu kemarin ke Alor Timur di Maritaing, Naumang dan Kobra. Di sana tanaman jagung dan padi sekira 20 centimeter dimakan ulat yang secara bergerombol seperti semut memakan tanaman janggung dari pucuk hingga panggkal pohon. Ulat ini setelah serang daun jati, sekarang serang daun jagung dan padi milik petani. Diperkirakan bisa-bisa gagal panen,” ungkap Bupati Djobo.

Hal ini, lanjut Bupati Djobo bukan berarti masyarakat malas atau tidak mau bekerja, tapi karena faktor alam yang sulit diprediksi manusia, sehingga jangan pernah ada pandangan miring tentang Program Alor Kenyang.

Meskipun demikian Pamong Praja tulen ini merasa rakyat Alor tidak akan kekurangan pangan karena selain stok padi menjadi beras dan jagung, masih terdapat pangan lokal sepert umbi-umbian, pisang, dan kacang-kacangan.

Selain itu, kata Bupati Djobo, kontribusi tanaman perdagangan yang sejak dahulu kala diwarisi nenek moyang maupun hasil budidaya, seperti: kemiri, cengkeh, vanili, pinang iris. kelapa, kopi dan kakao dapat dijual masyarakat untuk membeli makanan pokok yang mengalami krisis.

“Kita di Alor meskipun kadang terjadi krisis padi jagung, tapi ada subtitusi pangan lokal jadi masyarakat jangan terlalu cemas dan tidak perlu pemikiran miring soal Alor Kenyang, karena memang di luar dugaan manusia dan bukannya masyarakat saya malas dan tidak mau bekerja,” terang Mantan Kepala BLHD Alor era Bupati Ans Takalapeta.

Demikian juga Bupati Djobo menghimbau agar masyarakat petani tetap memantau cuaca yang ada, di mana bila minggu-minggu ke depan masih turun hujan, maka bisa menanam tanaman umur pendek semisal jagung, padi dan kacang-kacangan, yang mana bila membutuhkan bibit, maka bisa langsung berkomunikasi dengan instansi terkait, yakni Dinas Pertanian dan Dinas Pangan Kabupaten Alor.

Hal yang sama juga ditegaskan Bupati Djobo saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Bantuan Sosial di ruang kerjanya, Kamis (30/1/2020) bahwa para Camat wajib memantau lahan/kebun masyarakat, jika ditemukan adanya hama maka segera membuat laporan kepada Pemerintah Kabupaten sehingga dapat dilakukan pemberantasan oleh dinas pertanian dan perkebunan Kabupaten Alor.

“Camat jangan hanya duduk diam, harus turun ke tengah masyarakat, memantau kondisi lahan pertanian masyarakat, bila ada hama yang menyerang tanaman padi, jagung miliki masyarakat maka segera buat laporan kepada Pemerintah Kabupaten untuk mengatasi hama tersebut, jika camat hanya duduk diam, tidak pernah ke desa maka camat tidak akan pernah tahu apa yang masyarakat alami, Camat harus turun dan berkoordinasi dengan Kepala Desa,” tandas Bupati Djobo.

Terkait hama ulat yang menyerang tanaman jagung, Kepala Dinas Pertanian, Yustus Dopong Abora melalui Sekretaris Dinas, Mikha B. Pulek, STP, MP membenarkan, bahwa hama ulat yang menyerang lahan kering petani karena faktor iklim atau perubahan cuaca yang tidak menentu antara hujan dan panas dengan durasi waktu yang agak panjang.

Ia juga menjelaskan soal ketersediaan air tanah yang dipengaruhi oleh pohon-pohon yang ditebang yang mempengaruhi siklus musim. Meskipun demikian, ia mengaku semua petugas penyuluh dan mentri pertanian telah diterjunkan ke tengah-tengah masyarakat.

Untuk itu, dirinya meminta agar petani, pemerintah desa dan pihak kecamatan dapat berkoordinasi dengan setiap petugas yang berada di lokasi maupun di Kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di tiap kecamatan.

Sekretaris Pulek, yang didampingi Kepala BPP ABAD, Johanes DB. Pole, SP menambahkan, bahwa ada peluang ulat graya yang menyerang daun hingga pucuk tumbuh tanaman ini menyebar ke kecamatan lain, sehingga keduanya sepakat, bahwa selain upaya bantuan penyemprotan pestisida, mereka menghimbau komponen masyarakat bisa berdoa agar tidak menjurus ke Kejadian Luar Biasa.

Di tempat yang sama, ketika hendak mengkonfirmasi ke instansi teknis, di pintu gerbang bertemu Kepala Desa Mausamang, Kecamatan Alor Timur, Lukas M. Banik yang sementara dengan pakaian dinas mengenderai sepeda motor sambil membonceng bawahannya yang memegang pestisida keluar dari pintu gerbang Dinas Pertanian di Kawasan Petleng, Pinggiran Kota Kalabahi.

Dirinya mengaku di dua dusun, masing-masing Dusun Kiralela dan Waika mengalami hal yang sama tanaman warga diserang hama ulat. (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Alor/TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan