oleh

Alumni Politani Usaha Jamur Tiram di Borong Manggarai Timur

-Daerah, Matim-2.037 views

RADARNTT, Borong – Berbekal pengetahuan yang sudah didapatkan selama kuliah, alumni Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang Pertrus Kanisius Guras (25) kini menekuni pekerjaan berusaha tani jamur tiram.

Berbudidaya jamur tiram adalah hal baru yang merupakan inovasi baru pemuda milenial dalam membaca peluang usaha di kabupaten Manggarai timur.

Dalam kunjungan media ini di lokasi kerjanya, Senin (2/11/2020), di Kampung Toka desa Nanga Labang, kecamatan Borong kabupaten Manggarai Timur, Pria yang kerap disapa Us tengah mengerjakan aktivitas sebagai pembudidaya jamur tiram.

Dikatakannya, berbudidaya jamur tiram di kota kabupaten Manggarai Timur merupakan peluang besar yang menjanjikan baginya dan rekan kerjanya.

Dirinya mengaku, berusaha budidaya jamur tiram merupakan hal baru yang terinspirasi dari salah satu dosennya sewaktu di bangku kuliah dulu.

Berlokasi di jantung kota Borong, bisnis yang baru berusia tiga bulan ia kembangkan itu sangat diincar pelanggan.

Melalui beberapa proses yang tidak mudah, usaha budidaya jamur tiram ini sangat membutuhkan kejelian dan konsentrasi yang maksimal.

“Agar hasilnya berkualitas dan maksimal, kita butuh konsentrasi dan keseriusan kerja. Begitu juga dengan waktu, cukup membutuhkan waktu dalam bekerja untuk mendapatkan hasil yang baik”, ungkapnya.

Mulai dari proses pembuatan media jamur, kata dia, medianya terbuat dari beberapa jenis serbuk kayu yang tidak memiliki getah atau nana. Kemudian digiling hingga menghasilkan serbuk yang halus, dan proses fermentasi hingga proses masak untuk serbuk untuk mendapatkan media yang baik, tandasnya.

Sejak proses awal sampai panen, ungkap Us, membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan. Tak hanya waktu, keseriusanserta ketelitian dalam membudidaya jamur sangat dibutuhkan.

“Baru berusia tiga bulan, usaha jamur tiram ini sudah diminati oleh masyarakat sekitar kota Borong. Hanya saja ada yang belum tahu tempat usaha kami ini,” tuturnya.

Hingga pada saat kunjungan media ini, ia mengaku sangat semangat dalam mengembangkan usaha yang ia miliki.

Ia berharap dengan hadirnya usaha yang baru saja ia coba ini, masyarakat , pengusaha warung, dan para penggemar sayuran dari jamur bisa mendatangi tempatnya untuk membeli jamur.

Dikatakannya, dalam menjalankan usaha ini, Us dibantu oleh Fransiskus Jurum (41) rekan kerjanya. Dikatakannya, Fransiskus sangat membantunya dalamengadakan alat Kerja, pasalnya Ia adalah pekerjaeubel.

Mendukung pengakuan Us, dalam suasana sibuk kerja, di tempat usahanya dalam kunjungan radar NTT, pria yang kerap disapa Frans itu mengakui hal tersebut.

“Kami kerja sama dan saya lebih ke bagian alat kerja. Alat yang mendukung usaha milik Us, saya yang bikin,” ujar Frans.

Terpantau media, di lokasi kerja memang terdapat beberapa alat yang menunjang usaha uang dibangun secara bersama selama tiga bulan terakhir.

Terdapat alat pres beklock. Sebuah alat teknologi yang terbuat dari kayu yang berfungsi untuk mencetak dan mengepres serbuk pada beklock yang merupakan media atau tempat tumbuhnya jamur.

Selai alat pres terdapat juga alat pengiris kayu yang merupakan inovasi baru manipulasi teknologi yang berbahan kayu untuk memproduksi serbuk halus.

Dikatakan Frans, yang tengah dipikirkan dan masih proses pembuatan adalah alat yang berfungsi untuk mengayak atau menyaring serbuk untuk menghaluskan serbuk yang diinginkan untuk menghasilkan jamur yang optimal dan berkualitas.

Hingga saat ini, pantauan media ini, di Manggarai Timur, usaha yang bergerak di bidang budidaya jamur tiram satu satunya milik Us dan Frans.

Hasil Jamur tiram usahanya kini mulai laku di pasaran dan sudah menjadi menu utama yang disajikan di beberapa tempat usaha warkop yang terdapat di Manggarai Timur, warkop Edelweiss yang terletak di desa Sita misalnya. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan