oleh

Amon Djobo: Ekspo Alor Digelar Menggunakan Protokol Kesehatan

-Alor, Daerah-542 views

RADARNTT, Kalabahi – Ekspo Alor ke-14 tahun 2020 tetap dilakukan menggunakan protokol kesehatan Covi-19, kegiatan tahunan itu bakal dibuka Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat. Demikian tegas Bupati Alor, Amon Djobo, saat jumpa pers bersama wartawan media di ruang kerjanya, Jumat pagi (18/9/2020.

“Ekspo Alor ke 14 tahun 2020 akan digelar pada tanggal 28 September sampai 3 Oktober di lapangan mini Kalabahi. Kegiatan ini akan dibuka langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat. Ekspo Alor ini diselenggarakan sesuai ketentuan protokol kesehatan penanganan virus Covid-19. Oleh karena itu, setiap pengunjung atau peserta ekspo wajib mengikuti protokol kesehatan antara lain, memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak dalam maupun di luar arena ekspo,” kata Bupati Amon Djobo.

Lebih lanjut Bupati Djobo menegaskan, keputusan rapat lengkap panitia ekspo bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pemangku kepentingan telah memutuskan bahwa ekspo Alor ke 14 tetap dilaksanakan sesuai ketentuan protokol kesehatan.

Kabupaten Alor, kata dia, berada pada posisi zona hijau, apalagi pengalaman dua kegiatan yang telah dilaksanakan pada bulan Juli silam yakni Festival Ikan Dugong dan Al Qur’an Tua tidak menimbulkan dampak buruk bagi penyebaran virus covid di kabupaten Alor.

Untuk penanganan virus Covid-19 saat berlangsungnya ekspo, tegas Bupati, akan ada tim gabungan TNI, Polri, Pol PP dan Tenaga Kesehatan yang melakukan pengawasan dan penjagaan di setiap pintu masuk lokasi untuk mengawasi para pengunjung dan peserta ekspo yang masuk dalam arena apakah sesuai ketentuan protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (Social Distance) ataukah tidak. Jika tidak mengikuti ketentuan protokol kesehatan maka yang bersangkutan tidak diijinkan untuk masuk ke dalam arena ekspo.

“Nanti ada tim gabungan yang lakukan pengawasan, jika ada pengunjung atau peserta yang tidak patuhi protokol kesehatan maka yang bersangkutan dikeluarkan atau tidak diijinkan berada dalam arena ekspo. Apabila dalam penyelenggaraan pada hari pertama atau kedua ditemukan banyak peserta atau pengunjung yang tidak mau mematuhi protokol kesehatan maka saya akan menutup ekspo Alor walaupun belum sampai hari penutupan,”tandas Bupati Djobo.

Ekspo Alor yang diselenggarakan pada setiap tahun sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat dan mengukur tingkat ekonomi selama satu tahun. Ekspo Alor tidak hanya sebagai ajang pertemuan bisnis antar pelaku bisnis lokal maupun regional namun ajang mempromosikan pariwisata dan budaya daerah.

Bupati Djobo mengatakan, ekspo Alor ke 14 tidak saja menghadirkan pelaku usaha atau pebisnis dari luar daerah tetapi ada pagelaran budaya dan pariwisata. Ekspo tahun ini, akan dihadiri oleh beberapa pengusaha dari luar, masing-masing pengusaha vanili, rumput laut, kopra, jambu mente dan kemiri, termasuk pengusaha tenun ikat.

“Orang katakan Ekspo Alor hanya buang-buang uang saja, orang tersebut tidak mengerti atau tidak paham. Ekspo Alor yang melibatkan 17 kecamatan merupakan ajang pembelajaran bagi masyarakat, ajang pertemuan para pebisnis, ajang prosmosi pariwisata dan budaya,” tandas Bupati Djobo.

Selain sebagai ajang pembelajaran bagi masyarakat Kabupaten Alor, juga pembelajaran bagi daerah-daerah yang tidak masuk dalam zona merah untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan daerah. Kabupaten Alor berada dalam zona hijau, memang ada 1 kasus tetapi itu dari kluster pelaku perjalanan dari luar kabupaten Alor.

Kontributor RCTI Dani Manu pada kesempatan tersebut menanyakan bagaiman penanganan Covid_19 terhadap kehadiran pengusaha dari luar Alor? Terkait hal ini, Bupati Djobo tegaskan akan dilaksanakan sesuai ketentuan protokol kesehatan. Ia telah perintahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk segera melakukan pengadaan alat pemeriksaan virus Covid-19 dengan menggunakan anggaran penanganan Covid-19.

Pada kesempatan jumpa pers, Bupati Djobo harapkan para awak media turut memberikan dukungan kepada Pemerintah Daerah melalui penyebarluasan informasi yang bersifat edukasi bagi masyarakat kabupaten Alor terkait Covid-19 termasuk pelaksanaan Ekspo Alor ke 14.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua masyarakat Alor baik yang berada di Pulau Alor maupun di luar, yang telah memberikan dukungan pikiran atau saran/pendapat konstruktif bagi pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Alor.

Jumpa Pers ini dihadiri oleh Pemred Mingguan Metro Alor Yusran Bainkabel, Pemred Mingguan Alor Pos Linus Kia, Kontributor RCTI Dani Manu, Kontributor RRI Atambu Yanti Sahnan, Wartawan Timor Dailly.com Biro Alor Okto Manehat dan Reporter RSPK Alor Bendelina Sailana. (EK/PKP/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan