oleh

Antisipasi Covid-19, Jemaat GMIT dan Warga Mali bentuk POKGAS

-Alor, Daerah-710 views

RADARNTT, Kalabahi – Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Mail’Eheng Mali Klasis Teluk Kabola dan Warga RW IV Mali, kelurahan Kabola, kecamatan Kabola, kabupaten Alor secara bersama-sama membentuk kelompok tugas (POKGAS) pencegahan dan penanggulangan dampak penyebaran Corona virus disease (Covid-19).

Hal ini dilakukan sebagai tindaklanjut dari imbauan Pemerintah dan Majelis Sinode GMIT. Demikian yang dikatakan Ketua POKGAS, Onisimus Laa, kepada media ini Rabu, (15/4/2020) petang.

Kegiatan yang mulai dilaksanakan pada Rabu, (15/4/2020) dalam wilayah Mali meliputi pembagian hand sanitizer
(produk jemaat) dan melakukan penyemprotan disinfektion pada rumah-rumah warga. “Untuk pembagian hand sanitizer dikhususkan kepada warga yang bekerja di luar rumah dan yang berjualan. Kegiatan penyemprotan disinfektion akan dilakukan dua minggu sekali,” jelas Onisimus.

Selain itu, kata Onisimus, dalam agenda kerja POKGAS akan dilakukan pemasangan portal pada setiap gang dalam wilayah Mali, kecuali akses jalan umum menunju bandara. “Pemasangan portal bertujuan untuk membatasi akses masuk bagi orang luar ke dalam wilayah RW IV. Jika ada keperluan, maka hanya warga yang akan menemui tamu yang berkunjung di depan gang masuk,” lanjutnya.

Dalam rangka pembatasan warga, kata Onisimus, diberlakukan jam malam bagi warga mulai pukul 22:00 sampai dengan pukul 03:00 dini hari. POKGAS yang dibentuk juga akan memantau setiap warga pendatang atau keluarga dari warga yang baru tiba, agar harus melakukan isolasi secara mandiri di rumah. “Hal-hal ini dilakukan dalam rangka memutuskan rantai penyebaran Covid-19,” tandasnya.

Untuk membangun kewaspadaan, POKGAS juga menganjurkan warga untuk (1) Rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sampai bersih (minimal selama 20 detik). (2) Hindari sentuhan fisik (kontak fisik), seperti bersalaman (berpegan tangan), berpelukan, dan berciuman dengan orang lain. (3) Jaga jarak sekitar 1,5 meter, baik di tempat umum maupun di rumah. (4) Hindari perkumpulan sosial (akivitas keramaian), di tempat umum, di pantai, tempat olahraga, tempat makan, hingga tempat ibadah, dan seterusnya.

“POKGAS dalam melaksanakan tugas juga berkoordinasi dengan Pemerintah kelurahan Kabola, Majelis Sinode GMIT, dan mitra lainnya dalam rangka mendukung pelaksanaan pencegahan penyebaran Covid-19,” pungkas Onisimus.

Ketua Majelis Jemaat, Pdt. Melsiana Tadji Lena, S.Th, mengatakan apa yang dikerjakan oleh jemaat dan warga merupakan perwujudan gereja yang rill, yaitu gereja yang hadir untuk menjawab terhadap pergumulan-pergumulan jemaat dan warga masyarakat. Menurut rencana, POKGAS yang dibentuk juga akan mengantisipasi dampak penyebaran virus-corona terhadap persoalan ekonomi warga, jika situasi memungkinkan.

“Kami masih melihat perkembangan. Tentu bersama-sama jemaat kami terus mendoakan agar jemaat dan masyarakat kita sehat dan dapat terhindar dari paparan wabah Covid-19 dengan mengikuti seluruh anjuran pemerintah,” pungkasnya. (FK/TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan