oleh

Antisipasi Pergerakan Nyamuk DBD, SD Inpres Naimata Aksi Jumat Bersih

RADARNTT, Kupang – Mengantisipasi pergerakan Nyamuk Demam Berdarah (DBD) di lingkungan sekolah dan sekitarnya, keluarga besar SD Inpres Naimata Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur melakukan Jumat bersih bersama yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah Yovita Lakteu, hal ini juga merupakan rutinitas yang dilakukan setiap pekan yang jatuh pada hari Jumat.

Kepala Sekolah SD Inpres Naimata Kota Kupang Yovita Lakteu saat dijumpai media ini di SD Inpres Naimata menjelaskan, kebersihan lingkungan sekolah merupakan pangkal kebugaran dan motivasi seluruh unsur sekolah sebelum dilakukan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), hal ini juga sudah menjadi rutinitas dan kewajiban yang terus dilakukan unsur sekolah.

Kegiatan tersebut melibatkan seluruh siswa, pegawai, guru dan mahasiswa PPL STAKEN Kupang, Jumat, (28/2/2020) pagi.

Yovita Lakteu juga menyadari betapa waspadanya terhadap wabah DBD yang menyerang kotqa Kupang umumnya dan khususnya di lingkungan sekolah yang dipimpinya itu, sehingga dirinya terus mengaplikasikan apa yang diinstruksikan oleh Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan, seperti penggunaan krim anti nyamuk kepada seluruh siswa serta membersihkan lingkungan sekolah sebagai langkah pencegahan terhadap pergerakan nyamuk penghisap darah dengan virus mematikan tersebut.

Disinggung soal kasus DBD yang merenggut nyawa salah satu siswa SD Inpres Naimata, bahkan kondisi terkini dua siswa lagi yang divonis dokter puskesmas Penfui terserang virus DBD, Kepsek Yovita mengakui kondisi tersebut, sehingga dirinya tidak segan segan melakukan gebrakan Jumat bersih serta terus mengkampanyekan kepada orang tua siswa melalui anak didiknya untuk tetap menggunakan krim anti nyamuk sebelum berangkat ke sekolah.

“Saya sebagai pemimpin di sekolah ini tentunya merasa prihatin terhadap peristiwa naas yang kami alami, sehingga kebersihan lingkungan, baik sekolah maupun di rumah, serta penggunaan krim anti nyamuk penting dilakukan, dan hal ini setiap apel pagi kami sebagai pihak sekolah selalu sampaikan pesan kepada orang tua melaui anak anak, dan kami hanya teruskan apa yang diintruksikan oleh petugas kesehatan kota Kupang,” tutur Lakteu.

Pada tempat yang sama Pembina UKS SD Inpres Naimata Monica Ursula Naraha, juga mendukung langkah yang dilakukan oleh Pemkot melalui Dinas Kesehatan, yang terus melakukan sosialisasi pencegahan terhadap pergerakan dan kembangbiak Nyamuk DBD, dirinya sebagai Pembina UKS yang bersentuhan langsung terhadap kondisi kesehatan sekolah berharap agar Dinas Kesehatan terus mendampingi SD Inpres Naimata agar tidak lagi mengalami musibah yang terjadi pada anak didik mereka.

“Sebagai Pembina UKS, saya meminta Dinas Kesehatan terus mendampingi SD Inpres Naimata agar tidak lagi mengalami musibah yang terjadi pada anak didik,” harapnya.

Naraha juga menjelaskan, kalau pihak kesehatan terutama Puskesmas Penfui dan Pustu Naimata hampir setiap saat mengunjungi SD Inpres Naimata pasca wabah DBD di lingkungan sekolah tersebut, dan mengingstruksikan untuk melakukan pembersihan area sehingga petugas mudah melakukan pengecekan dan penanganan lebih lanjut. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan